
“AKN Seni dan Budaya Yogyakarta adalah suistanable pelestari kebudayaan di bidang edukasi, sekolah yang selalu memberikan ilmu mengenai kebudayaan, khususnya budaya Yogyakarta. Ada wayang, gamelan, dan tari. Nah, ini yang membuat kami memberikan apresiasi,” kata Maya.
Menurut Maya Dewi, Hotel Royal Ambarrukmo sendiri memiliki pesanggrahan kedaton Ambarrukmo yang berada di antara Hotel Royal Ambarrukmo dan Plaza Ambarukmo Yogyakarta. Kedaton pesanggrahan ini adalah tempat yang dahulu ditinggali oleh Raja Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono VII. Area ini juga digunakan oleh pihak hotel sebagai sentra pelestarian kebudayaan Yogyakarta.
“Karena area ini adalah kagungan ndalem, sehingga Royal Ambarrukmo menjadikannya sebagai sentra pelestarian kebudayaan Yogyakarta,” kata Maya.
Selain penghargaan “Sustainable Cultural Preserver of Education” yang diterima AKN Seni dan Budaya Yogyakarta, salah satu dosen AKN Seni dan Budaya Yogyakarta, Sagio juga menerima penghargaan sebagai pelestari budaya untuk wayang kulit.
Dalam rangkaian pembukaan acara perayaan ulang tahun ke-11 Royal Ambarrukmo, juga di isi dengan penampilan tari Srimpi Pandelori yang dibawakan oleh para mahasiswa Prodi Seni Tari, AKN Seni dan Budaya Yogyakarta. (SP)

















