
“Saya ingin ketemu langsung, menyapa kalian semua, dan memberikan semangat untuk pentasnya hari ini. Luar biasa sekali adik-adik ini,” ujar Nadiem kepada enak orang anak berkebutuhan khusus yang dihadirkan sebagai pengisi acara.
Keenam siswa berkebutuhan khusus tuli ini adalah Cecilia Astrid (Kelas X), I Gst Ayu Mas Pradnya Dewi (Kelas X), Kadek Latri Astuti (Kelas IX), I Ketut Anom Juliana (Kelas XII), I Gede Windhu Darma Putra (Kelas IX), dan I Komang Triana Antara (Kelas IX). Pada peringatan HGN 2022 ini mereka menampilkan Tari Puspawresti yang telah dilatih intensif selama dua minggu.
Dengan dipandu oleh guru pendamping, Nadiem dengan menggunakan bahasa isyarat mengucapkan, “Saya senang sekali berjumpa kalian.”
Kemudian, tak lupa Nadiem dan Franka menyemangati para siswa, “Semoga sukses pertunjukannya.”
Ni Nyoman Ari Safitri selaku guru pendamping merasa bangga dan mengapresiasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) yang benar-benar mengakui keberadaan pendidikan yang inklusif.
“Kini, pemerintah telah peduli dengan Sekolah Luar Biasa, dengan menghadirkan eksistensi kami di tengah-tengah acara HGN. Terima kasih banyak apresiasinya,” ucap ibu guru Ari. (SP)



















