
Selain lomba debat, siswa MA Al Hikmah2 Brebes, Lujiya, juga meraih juara dua pada cabang MQK. “Saya sangat senang dan bangga dengan capaian ini meskipun persiapannya terbatas. Saya harus menjelaskan apa yang saya baca dengan bahasa Arab juga. Ini adalah pertama kali lomba baca kitab tetapi penjelasannya juga menggunakan bahasa arab. Biasanya penjelasan menggunakan bahasa Indonesia,” ujar Lujiya.
Kepala MA Al Hikmah 2 Sulkhi mengatakan, apa yang diraih siswanya adalah hasil dari proses kerja keras. Menurutnya, hasil tidak mengkhianati proses. “Kemenangan yang diraih oleh para siswa Malhikdua bukan raihan yang bersifat instan. Ada proses panjang untuk meraih itu semua,” terangnya.
Menurut Sulkhi, para siswa selama ini mendapatkan bimbingan dan arahan sejak kelas X sesuai bakat minatnya. Mereka yang memiliki kemampuan logika, diarahkan untuk mendalami potensi itu. Begitu juga mereka yang memiliki kemampuan linguistik bagus, diarahkan mendalami dan mengkaji bidang tesebut.
“Madrasah berkomitmen membekali siswa-siswinya untuk berproses menjadi generasi yang memiliki ciri-ciri ulul albab, yakni generasi yang mampu berolah rasa, berolah hati, berolah pikir, dan berolah raga,” paparnya.
“Selamat kepada para siswa yang sudah berhasil memenangkan lomba Debat Bahasa Arab dan MQK tingkat ASEAN. Ingat, kemenangan bukan menjadi tujuan akhir, tetapi proses untuk menjadi pemenang adalah tujuan. Semoga kemenangan ini bisa menjadi inspirasi bagi para siswa yang lain, dan berkah bagi semua,” tandasnya. (kemenag)



















