
“Penugasan mahasiswa di sekolah sebagai mitra guru dan kepala sekolah sudah terbukti secara efektif mampu menutup ketertinggalan dalam pembelajaran atau learning loss yang dialami oleh sekolah selama pandemi berlangsung,” tutur Nunuk pada acara sosialisasi program Kampus Mengajar angkatan 5, Kamis, (27/10/2022), lalu.
Dari 2.668 kepala sekolah yang menjadi responden, 93,6 persen di antaranya merasa puas atas pelaksanaan program Kampus Mengajar secara keseluruhan. Kepuasan itu didasari oleh pengembangan literasi dan numerasi di sekolah dan kontribusi mahasiswa peserta program dalam membantu guru dan siswa saat proses pembelajaran.
Hasil baik dari pelaksanaan program Kampus Mengajar angkatan 4 ini kemudian menjadi modal besar bagi tim pelaksana dalam menyongsong pelaksanaan angkatan kelima di tahun 2023 mendatang. Harapannya, program Kampus Mengajar bisa terus memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.
“Kami bangga atas jejak positif yang telah berhasil ditinggalkan oleh mahasiswa peserta program Kampus Mengajar angkatan 4. Hasil baik dari survei ini tentu juga dibarengi dengan catatan evaluasi yang akan menjadi poin penting untuk peningkatan bagi kami dalam pelaksanaan Kampus Mengajar di angkatan selanjutnya. Tidak lupa, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh guru dan kepala sekolah yang sudah menerima mahasiswa kami untuk bertugas di satuan pendidikannya,” ujar Asri Aldila Putri, Kepala Program Kampus Mengajar.
Program Kampus Mengajar sendiri saat ini sudah berhasil mengirimkan lebih dari 70.000 mahasiswa ke 15.000 SD dan SMP di seluruh pelosok negeri untuk menjadi mitra guru dan memberikan asistensi pembelajaran literasi dan numerasi.
Memasuki tahun 2023, Kampus Mengajar sedang bersiap untuk melanjutkan pelaksanaan program untuk angkatan yang kelima. (kemdikbud)



















