oleh

1.289 Sekolah di Sumut Tidak Memiliki Guru Agama Islam

Medan – Dinas Pendidikan (Disdik) Sumatera Utara mencatat terdapat 1.289 sekolah di Sumut  tidak memiliki guru agama Islam. Untuk itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut mendorong sekolah tersebut, memilik tenaga pengajar dalam bidang agama Islam.

Hal itu, disampaikan oleh Kadis Pendidikan Sumut Asren Nasution pada acara rapat koordinasi Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Sumatera Utara, bersama LPTQ Kabupaten/kota dan Kafilah khusus, di Aula Tengku Rizal Nurdin, di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Medan, Minggu (23/1).

Data seribuan sekolah tidak memiliki guru agama itu, berdasarkan data diterima dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumut. Ia mengungkapkan saat ini total ada 1,8 juta pelajar di Sumut yang beragama muslim.

Namun, Asren menjelaskan dari jumlah tersebut, tidak semua sekolah memiliki guru pendidikan agama Islam. Dari data Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumut, masih ada 1.289 sekolah yang tidak memiliki guru agama Islam.

“SD ada 1.049 unit tidak punya guru agama islam. SMP ada 161 dan SMA/SMK tidak punya guru ngaji atau agama islam sebanyak 79 sekolah,” kata Asren.

Baca Juga:  Di Tengah Pandemi Covid-19, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Diganti

Asren mengatakan kondisi sangat memperihatinkan atas data ribuan sekolah di Sumut tidak memiliki guru agama islam. Menurutnya dari sisi kuantitas jumlah tenaga guru agama Islam Sumut masih kurang. Hal ini belum lagi cerita tentang kualitas guru sendiri.

“Mau kita apakan UIN itu, di mana UIN sekarang? Masihkan ada UIN kita? Ini persoalannya. Tamatan UMSU begitu banyak. Tamatan UINSU begitu banyak. Tamatan pondok pesantren begitu banyak. Ke mana mereka semuanya,” jelas Asren.

Asren mengatakan pihaknya akan mencoba berdiskusi dengan Kanwil Kementerian Agama untuk memperdayakan para alumni perguruan tinggi, khususnya di Universitas Islam.

“Begitu kita berbicara tentang buta huruf Alquran, itu datanya 1.289 baik SD, SMP, SMA/SMK tidak punya guru agama islam atau sama dengan tidak punya guru agama islam. Ini salah satu hadiah daya setelah lima bulan menjadi Kadis pendidikan,” akunya.

Asren mengajak pengurus LPTQ kabupaten/ kota agar mendata jika ditemukan masih ada SMA dan SMK yang tidak punya guru agama islam untuk dilaporkan ke LPTQ Sumut dan selanjutnya untuk dilaporkan ke dinas pendidikan.

Baca Juga:  Sekolah Tatap Muka Akan Dibuka di Padang Bila Tren Covid-19 Terus Menurun

Menurut Asren, untuk melahirkan Kafilah tidak hanya bisa diukur melalui perlombaan, namun harus dipikirkan dari hulu dengan menyediakan tenaga pengajar yang maksimal di sekolah agama.

“Tahun 2022, saya menandatangani 900 guru pensiun di Sumut. Apakah di situ ada guru agamanya? Saya tidak terlalu banyak bukti. Tapi itulah persoalan kita saat ini. Makanya, saya akan hadirkan perwakilan dinas pendidikan cabang kabupaten/ kota mana sekolah yang sama sekali tidak punya guru pendidikan agama islam,” ujarnya. (Viva/