Sosialisasi Penguatan Literasi, Disdik Sumenep Lakukan Pendampingan Guru Kelas

Berita Daerah549 Dilihat

“Jadi, tadi juga ada refleksi tentang capaian pembelajaran dan penguatan dalam pembelajaran, ternyata banyak muncul pertanyaan dari guru, jadi materi ini perlu didalami lebih lanjut,” jelas Wahyuni yang didampingi timnya, Budiyanto dan Taskiya.

Berikutnya pada sesi mempraktikkan asesmen formatif membaca yang menggunakan siswa kela 2, lima orang guru praktik dan masing-masing ada pengamat.

Dalam praktiknya digunakan instrumen dari Inovasi dan Early Grade Reading Assessment atau Penilaian (EGRA) mulai dari membaca huruf, suku kata, kata, menyimak, kelancaran membaca dan membaca pemahamannya. Hingga dapat dilihat kemampuan membaca peserta didik. Dan setelah praktik dilanjutkan diskusi tentang hasil praktik baik dari guru praktik maupun dari observasi.

Jadi, kesimpulannya instrumen penilaian membaca sangat bermanfaat bagi guru kelas awal, karena setelah melaksanakan asesmen ini berlanjut pada rangkaian kegiatan berikutnya di kelas, yaitu pemetaan kemampuan membaca sampai kepada pengelompokan, guru menerapkan strategi pembelajaran berbeda atau kalau dalam IKM dikenal dengan pembelajaran berdiferensiasi.

“Jadi pendampingan kedua ini semua sepakat dapat dilakukan, mudah diterapkan guru dan semua guru melaksanakannya,” tambahnya.

Pendampingan penguatan literasi bagi guru kelas awal tahap kedua di dua lokasi, yakni di SDN Ganding 2 dan SDN Marengan Daya 3 Kecamatan Kalianget.

Selanjutnya juga akan dilakukan di dua lokasi berbeda yakni di Kecamatan Batuputih dan Kecamatan Dasuk, dengan menghadirkan para guru kelas awal yang pernah mengikuti advokasi dan sosialisasi penguatan literasi bagi guru kelas awal di masing-masing wilayah terdekat. (infopublik)

Blibli.com
Blibli.com