Ditjen Vokasi Fokus Akselerasi Kualitas SMK

Berita Nasional1061 Dilihat

Di samping itu, lanjut  Kiki, Direktorat SMK juga terus memfasilitasi pengembangan teaching factory dan pelaksanaan project based learning (PBL) dalam rangka melahirkan lulusan dengan hard skills dan soft skills mumpuni dan mampu beradaptasi di dunia usaha, dunia kerja, dan dunia industri.

Untuk itu, Direktorat SMK akan menyalurkan bantuan sebesar Rp15 miliar yang ditujukan untuk 50 lembaga dalam rangka pengembangan teaching factory dengan kinerja pembelajaran berbasis produksi dan pembelajaran berbasis proyek sesuai kemajuan teknologi.

“Alokasi dana tersebut akan diberikan kepada SMK yang berfokus pada pengembangan produk barang atau jasa yang berbasis pada keunggulan wilayah,” imbuh Kiki.

Selanjutnya, Direktorat SMK juga terus mendukung lahirnya wirausahawan dari SMK dengan memfasilitas pengembangan produk kreativitas dan kewirausahaan di SMK. Kiki menuturkan, program ini bertujuan untuk menjadikan sekolah sebagai lembaga pencetak wirausaha.

“Program ini akan ditujukan untuk 240 sekolah yang akan difokuskan pada pengembangkan kelompok wirausaha siswa termasuk pengembangan SDM bagi pengampu mata pelajaran kewirausahaan,” tuturnya.

Selain program bantuan, Direktorat SMK juga akan melakukan sejumlah pendampingan sebagai bagian dari program Direktorat SMK 2023 ini. Program pendampingan meliputi pendampingan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan budaya kerja, pendampingan pembelajaran PBL dan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM), pendampingan pengembangan bakat dan minat SMK, dan sejumlah program lainnya.

Oleh karena itu, Kiki berharap kepada pemerintah daerah dan kepala sekolah untuk bersungguh-sungguh dalam menjalankan setiap program dalam rangka transformasi pendidikan vokasi yang tengah dilakukan.

“Saya yakin pendidikan vokasi yang semakin relevan dan kompeten akan memberikan kentungan bagi Indonesia, utamanya dalam menghadapi bonus demografi,” kata Kiki. (SP)

Blibli.com
Blibli.com