
“Layanan pembelajaran harus terus-menerus ditingkatkan karena tuntutan para orang tua terhadap kemampuan anaknya juga terus meningkat. Jadi kualitas para guru dan dosen dalam pelayanan pembelajaran ini selalu diupgrade,” tambahnya.
Terkait Keluarga Sakinah, Suyitno berharap agar pelatihan ini bisa menyasar peserta sebanyak-banyaknya. Pelatihan Keluarga Sakinah diharapkan tidak hanya diikuti para penghulu, penyuluh, atau calon pengantin saja, tapi juga masyarakat luas.
“Utamanya generasi milenial baik yang akan menjadi pengantin, maupun yang sudah berumah tangga,” harapnya.
Suyitno mengajak stakeholders Kementerian Agama untuk memanfaatkan pelatihan ini. Sebab, Diklat Pintar ini mudah diakses, sehingga bisa diikuti oleh siapa saja dan dari mana saja.
“Pelatihan ini sangat adaptif dengan teknologi, mudah, efisien, dan bermanfaat, sesuai arahan bapak Menteri Agama dalam memanfaatkan teknologi,” harapnya.
Kepala Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan, Mastuki menambahkan, lima pelatihan baru ini tidak dilaksanakan sendirian oleh Pusdiklat Teknis. Pihaknya bekerja sama dengan berbagai pihak dalam penyelenggaraan pelatihan.
“Pelatihan pada periode ini sangat istimewa karena dilaksanakan dengan banyak pihak, yaitu Inovasi, Balai Diklat Keagamaan (BDK) Banjarmasin, BDK Palembang, dan BDK Bandung,” tandasnya. (kemenag)



















