Warisan Budaya di Galanggang Arang #5 Sijunjung 2024

Seni Budaya838 Dilihat

Pameran artefak budaya akan menampilkan foto-foto, benda-benda bersejarah, dan seni instalasi di Sijunjung sebagai bentuk rekaman memori kolektif masyarakat Sijunjung atas WTBOS. Pameran juga akan mengadakan tur kuratorial untuk memperdalam pemahaman atas berbagai artefak budaya yang ditampilkan.

Kemudian, kegiatan akan dilanjutkan dengan kegiatan napak tilas yang menghubungkan dua situs WTBOS di Kabupaten Sijunjung, yakni Stasiun Padang Sibusuak dan Stasiun Muaro (Logas).

Terdapat juga diskusi yang digelar untuk memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk memperdalam wawasan tentang WTBOS di Sijunjung dan memori kolektif yang menyertainya. Diskusi ini akan dipantik oleh dua orang narasumber, yaitu Fikrul Hanif Sufyan dan Deddy Arsa dengan moderator Thendra BP.

Diskusi juga akan diperkaya dengan penampilan Cerita (Story Telling) WTBOS dari dua orang anak nagari Sijunjung yakni Liswarti (Anak Mandor Dula, Pegawai Stasiun KA Padang Sibusuak) dan Bujang Nasrul (Warga sekitar Stasiun Muaro).

Malam harinya akan digelar Pemutaran Film hasil kerjasama dengan Balai Pelestarian Kebudayaan  (BPK) Wilayah III Sumatera Barat di RTH Sijunjung, yang menampilkan film Rimbo Paru di Lingkuang Adat; Mamak jo Kamanakan dan Kaba Baro.

Hari kedua pelaksanaan Galanggang Arang #5 Sijunjung 2024 akan menggelar Musyawarah Budaya yang dirancang untuk membaca ekosistem dan berbagai persoalan pengembangan budaya di Sijunjung hari ini.

Peserta musyawarah budaya terdiri dari sanggar-sanggar pelaku kesenian tradisi, dengan fasilitator Puji Basuki (Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan) dan Afrineldi (Kepala Dinas Pariwisata dan Olahraga) dan Dede Pramayoza (Kurator Galanggang Arang).

Kemudian, kegiatan dilanjutkan dengan Lokakarya seni pertunjukan dengan tema “Warisan Dunia WTBOS Sebagai Sumber Penciptaan Karya Seni Pertunjukan Baru Berbasis Tradisi Sijunjung”.

Lokakarya ini akan mempertemukan kelompok-kelompok kesenian di kabupaten Sijunjung dengan pelaku kesenian modern dan kontemporer, yakni Yola Yulfianti (Institut Kesenian Jakarta) dan Claudia Bosse (Translokal Performative Akademy/TPA, Austria). Dari lokakarya ini diharapkan akan terbuka berbagai kemungkinan pengembangan kesenian tradisi di Sijunjung.

Puncak Galanggang Arang #5 Sijunjung 2024 menampilkan pertunjukan dari berbagai kelompok atau sanggar kesenian tradisi Sijunjung, sekaligus menutup seluruh rangkaian acara Galanggang Arang di Kabupaten Sijunjung.

Rangkaian Kegiatan Galanggang Arang WTBOS di Kabupaten Sijunjung akan diikuti oleh sanggar-sanggar seni di Sijunjung, seniman dan budayawan lokal, dinas terkait sebagai representasi pemerintah daerah, dan para pelajar sekolah menengah.

Lebih lanjut, kegiatan ini diharapkan dapat menyentuh dan menarik perhatian dari para penulis, sejarawan, okoh pendidikan dan masyarakat di nagari-nagari Sijunjung secara luas.(SP)

Blibli.com
Blibli.com