Di Era Digital, Pondok Pesantren Didorong Jadi Pionir Teknologi

Berita Nasional1922 Dilihat

“Kita ingin membahas bagaimana pesantren bisa menjawab tantangan dan memanfaatkan peluang di era digital,” katanya.

Ulinnuha juga menekankan pentingnya memperluas jangkauan dakwah melalui platform digital, mengembangkan model pendidikan berbasis teknologi, serta menciptakan konten positif yang mencerminkan nilai-nilai pesantren.

Acara ini tidak hanya terbatas pada diskusi serius, tetapi juga menampilkan kegiatan kreatif seperti Stand Up Comedy Santri, yang menunjukkan kreativitas santri dalam menyampaikan pesan moral dan nilai-nilai Islam dengan cara yang menghibur.

Salah satu inisiatif menarik yang diluncurkan dalam acara ini adalah #Tolesantri, yang bertujuan menanamkan nilai-nilai toleransi di kalangan santri dan masyarakat luas. Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan perspektif baru tentang pentingnya hidup rukun meskipun ada perbedaan.

“Kami ingin mengajak semua pihak untuk bersama-sama menciptakan masyarakat yang toleran dan saling menghormati,” ujar Ulinnuha.

Nuruzzaman menegaskan bahwa pesantren harus memanfaatkan teknologi digital untuk menjangkau generasi muda yang lebih luas. Dengan teknologi, pesantren dapat mengembangkan model pendidikan yang lebih inovatif dan inklusif, serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat di era digital ini.

KOPDARNAS 7 menjadi momentum penting bagi pesantren untuk menunjukkan bahwa mereka bisa beradaptasi dan memimpin dalam menghadapi tantangan di era digital. Dengan kerja sama yang solid dan tekad yang kuat, pesantren diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam menyebarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin.

Acara itu berlangsung selama dua hari dan diharapkan dapat melahirkan gagasan-gagasan baru yang bisa diterapkan di pesantren-pesantren di seluruh Indonesia.

KOPDARNAS 7 bukan hanya sekadar acara, tetapi juga merupakan langkah nyata untuk mewujudkan pesantren yang adaptif dan progresif di tengah perubahan zaman.(infopublik)

Blibli.com
Blibli.com