
“Kami berharap kemampuan para Kalaksa BPBD meningkat setelah mengikuti pelatihan ini. Ketika mereka kembali, saya harap ada perubahan positif dalam kedisiplinan dan kemampuan mereka dalam menangani bencana,” ujar Suharyanto.
Dalam kesempatan itu, Kepala BNPB juga menyampaikan motivasi kepada para Sekda. Menurutnya, menangani bencana adalah tugas yang mulia, dan menjadi pemimpin yang baik berarti mampu melayani masyarakat dalam situasi sulit.
“Melayani masyarakat saat bencana adalah tugas seorang pemimpin sejati. Kita di BNPB dan BPBD memulai hari dengan memikirkan bagaimana membantu masyarakat yang membutuhkan,” tuturnya.
Suharyanto juga meminta Sekda untuk selalu mengingatkan kepala daerah bahwa penanganan bencana adalah bagian yang tak terpisahkan dari tanggung jawab mereka.
“Mohon disampaikan kepada kepala daerah bahwa bencana pasti akan datang. Kepemimpinan yang baik terlihat saat seorang pemimpin mampu melayani masyarakat di tengah situasi darurat,” tambahnya.
Suharyanto menekankan pentingnya kolaborasi pentaheliks sebagai kunci keberhasilan dalam penanganan bencana. Ia menegaskan, penanggulangan bencana adalah urusan bersama yang memerlukan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media.
“Bencana memang tak bisa dihindari, tetapi dampaknya bisa kita kurangi jika kita bergerak bersama. Dalam tiga tahun terakhir, kerugian dan angka korban jiwa terus menurun berkat kesiapsiagaan, mitigasi, dan kolaborasi dari semua pihak,” pungkas Suharyanto.
Kolaborasi pentaheliks ini diharapkan dapat terus memperkuat penanganan bencana di Indonesia, mengurangi dampak, serta meningkatkan kesiapan daerah dalam menghadapi situasi darurat.(infopublik)



















