Langkah Kecil Anak Panti, Membangun Mimpi dari Sebuah Keyakinan

KARYA SASTRA10574 Dilihat

Bu Halimah adalah ibu, guru, sekaligus pelindung. Ia menemani Rafi melewati masa-masa sulit:  ketika teman-teman mengejek karena Rafi anak panti, ketika nilai turun, atau ketika ia nyaris menyerah karena tidak punya uang membeli sepatu baru.

“Apa pun yang terjadi, kamu harus terus melangkah. Langkah kecil pun tak mengapa. Asal jangan  berhenti,” kata Bu Halimah. Rafi menanamkan itu dalam hatinya.

Setelah SMA, ia mendapatkan beasiswa kuliah di perguruan tinggi negeri. Ia mengambil jurusan pendidikan karena percaya perubahan besar dimulai dari ilmu. Hidup di kota besar, ia bekerja sambilan, mengajar les, dan kadang menjadi buruh cuci saat libur kuliah. Tapi tidak ada keluhan. Ia telah terbiasa hidup sederhana dan mandiri.

Empat tahun kemudian, Rafi lulus sebagai sarjana pendidikan. Ia adalah lulusan terbaik di fakultasnya. Tak lama kemudian, ia lolos menjadi pegawai negeri sipil di dinas pendidikan.

Mimpinya satu, membuat pendidikan bisa diakses oleh semua anak, terutama yang berasal dari latar belakang seperti dirinya dulu.

Tapi langkah Rafi tak berhenti. Ia melanjutkan studi pascasarjana, dan kemudian diterima sebagai dosen di universitas tempat ia pernah belajar. Ia menjadi pembicara di seminar nasional, menulis buku pendidikan, dan penggagas program “Satu Guru untuk Panti”.

Namanya kini dikenal. Ia dipanggil ke kementerian, diwawancarai media, dan dijuluki sebagai tokoh muda pendidikan yang menginspirasi.

Namun di balik jas rapi dan gelar akademik itu, Rafi tetap anak panti. Ia tak pernah lupa dari mana ia berasal. Setiap bulan, ia menyisihkan gajinya untuk menyumbang ke panti. Ia membangun perpustakaan kecil di Al-Hikmah dan mendirikan yayasan beasiswa atas nama almarhum ayahnya.

Dan setiap kali kembali ke panti, ia akan duduk bersama anak-anak, menatap langit seperti dulu, dan berkata:

“Aku pernah berada di tempat kalian. Jangan pernah malu jadi anak panti. Kita tidak memilih dilahirkan di mana, tapi kita bisa memilih jadi siapa.”

“Dulu Bu Halimah sering menginspirasi kami dengan slogannya, “ANAK PANTI BISA”, kata Rafi memberi semangat adik-adik pantinya.

“Anak Panti bisa juga berhasil seperti anak orang kaya itu, asalkan kalian punya keyakinan , semangat pantang menyerah dan tak lupa banyak berdoa memohon pada Allah, melalui Sholat , dan yang terpenting juga harus menjaga akhlak , tidak sombong kalau kalian juga berhasil kelak seperti abangmu ini” imbuh Rafi , ketika menyemangati adik-adik pantinya.

Di sudut halaman panti, Bu Halimah yang kini menua tersenyum haru. Ia tahu, salah satu anak asuhnya.Rafi.  Langkahnya telah menjadi besar. Dan langkah kecil itu, kini menuntun langkah banyak anak lain menuju masa depan yang lebih cerah.(*)

Penulis: Katik Sulaiman (Pekerja sosial tinggal di Sungai Penuh)

Blibli.com
Blibli.com