Pemkab Blora Pastikan Sekolah Rakyat Beroperasi, Siswa akan Mulai Belajar

Berita Daerah4764 Dilihat

BLORA Pemerintah Kabupaten Blora pastikan Sekolah Rakyat yang berlokasi di Kecamatan Cepu siap operasional Senin 14 Juli 2005.

“Sekolah yang diperuntukkan untuk anak-anak dari keluarga tidak mampu itu jumlah peserta didik sebanyak 50 siswa. Siap melaksanakan kegiatan belajar mengajar,” kata Bupati Blora Arief Rohman, Jumat (11/7/2025) kemarin.

Arief Rohman meninjau langsung kesiapan sekolah dan fasilitas asrama, Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 18 Kabupaten Blora.

Pihak ikut dalam peninjauan, jajaran  Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Pendidikan, Camat Cepu, dan Kepala Sekolah setempat.

”Hari ini, saya dengan Kapolres, Dandim, dan juga Kadinsos, Kadinas Pendidikan, Ibu Camat, dan Kepala Sekolah, meninjau kesiapan pelaksanaan Sekolah Rakyat yang ada di Cepu ini, Insyaallah nanti mulai tanggal 14 Juli 2025 akan dimulai proses aktivitas pembelajaran,” ujarnya.

Diungkapkannya, sekolah ini akan menampung 50 siswa terpilih yang berasal dari kalangan masyarakat kurang mampu. Dari jumlah tersebut, 17 siswa berjenis kelamin laki-laki, dan sisanya perempuan.

“Kita sudah cek, dan alhamdulillah sudah 100 persen siap diserahterimakan. Kami dari Forkopimda akan mendukung penuh agar keberadaan Sekolah Rakyat ini bisa memberikan manfaat untuk anak didik yang sekolah disini. Nantinya, dari Polres, Kodim juga akan memberikan materi-materi awal untuk anak-anak kita,” lanjut Bupati yang akrab di panggil Mas Arief.

Direncanakan, Rabu (16/7/2025) mendatang, para orang tua siswa akan diundang dalam acara serah terima di pendopo Kabupaten Blora. Dalam kesempatan itu, pemerintah juga akan melakukan profiling untuk mengetahui latar belakang sosial ekonomi keluarga masing-masing siswa.

Nantinya, seluruh biaya sekolah dan asrama akan ditanggung negara. Itu termasuk orang tua juga akan dibantu.

“Nanti hari Rabu orang tua dari siswa-siswi akan kita undang serah terima di pendopo, sambil kita juga profiling dari 50 orang tua ini backgroundnya seperti apa karena ini berasal dari desil 1 dan desil 2, jadi kemarin sekilas saya lihat rumahnya ada yang tidak layak huni dan sebagainya,” imbuhnya.(infopublik)

Blibli.com