Garap Film Gen-Z, MarawaPro Segera Gelar Syuting Marathon

Literasi8226 Dilihat

TANAH DATAR – Sineas yang produktif dengan belasan film yang telah dihasilkannya, kembali bersiap menggarap film terbaru. Sineas tersebut adalah Marde Putra, owner MarawaPro Entertainment.

Sutradara Terbaik di Sumatra Barat itu kali ini menggarap film dengan topik yang kini sering menjadi pembicaraan di tengah masyarakat, terutama di kalangan pengguna media sosial, yaitu Video Call S*x atau biasa disebut dengan VCS.

“Tema tentang hal ini sering menjadi perbincangan di kalangan anak muda, terutama Gen-Z. Dan dari itu, kita ingin jadikan ini menjadi tema film, bagaimana seorang anak muda negeri ini terjebak pada komunikasi yang buruk dan jauh dari nilai-nilai ketimuran kita,” sebut Marde yang juga pimpinan perguruan pencak silat Ampu Silang itu, Sabtu (19/7/2025) sore.

Marde menceritakan, alur film yang kini ia garap bersama siswa Praktik Lapangan dari SMKN 1 Solok itu, mengisahkan tentang seorang remaja perempuan yang memiliki hubungan asmara dengan seseorang laki-laki.

“Tokohnya bertemu di kafe dengan seorang laki-laki. Dari sana, mereka membangun hubungan asmara. Dan di sinilah langkah salah itu dimulai,” terang Marde tentang film yang kini belum ada judul fix itu.

Marde mengisahkan, dalam film tersebut, tokoh perempuan yang masih remaja, hidup dalam keluarga yang tidak sehat. Ia dihidupi oleh orang tua dengan status single parent.  Kondisi itu membuat tokoh perempuan dalam film tersebut sering pulang malam. Dan itu memicu hubungan yang meburuk di rumahnya.

“Ini menjadi pemicu si tokoh merasakan butuh untuk curhat kepada pihak lain. Ia mulai meluapkan kondisi emosinya itu kepada orang dekatnya yang baru saja ia kenal. Hingga malam, mereka seringn disibukkan dengan panggilan telepon dan telepon video,” urai Marde lagi.

Ditambahkan Marde, tokoh perempuan tidak mengenal siapa laki-laki yang ia anggap sebagai kekasihnya itu. Masalah-masalah pribadi tokoh laki-laki yang sangat dekat dengannya itu bukan berasal dari lingkungan yang baik.

“Tokoh laki-laki ini terjerat hutang kepada orang lain. Dan untuk membayar, ia mulai memanfaatkan tokoh perempuan. Di sinilah mulainya perilaku terlarang, yaitu VCS,” papar Marde.

Masalah-masalah kemudian bermunculan, mulai dari ancaman menyebarkan video asusila itu, hingga masalah kepribadian yang kian kompleks.

“Dan endingnya, akan kita kemas sedemikian rupa bersama kru yang kini sudah siap untuk melakukan syuting,” ujar Marde.

Marde juga menyebutkan, untuk lokasi syuting, saat ini masih sedang menyiapkan beberapa tempat.

“Kita juga sedang mencari dukungan dan kemitraan bersama elemen-elemen terkait. Mungkin saja ada pihak-pihak dari unsur pemangku kepentingan yang ingin bersinergi dengan kami dalam film edukasi ini,” pungkasnya. (*)

Blibli.com
Blibli.com