Muhammadiyah Payakumbuh: Jadikan Seluruh Gerak Langkah dalam Bingkai Dakwah

Berita Daerah516 Dilihat

SIJUNJUNG – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Payakumbuh menegaskan, esensi dari setiap aktivitas organisasi bukan sekadar menjalankan rutinitas administratif, melainkan sebuah manifestasi dakwah yang konkret.

Prinsip tersebut menjadi landasan utama bagi persyarikatan untuk memastikan bahwa sekecil apa pun langkah yang diambil, semuanya harus berada dalam bingkai dakwah amar ma’ruf nahi mungkar.

Komitmen tersebut disampaikan secara lugas oleh Ketua PDM Kota Payakumbuh, Dr. Irwandi Nashir, saat memaparkan laporan kinerja PDM Payakumbuh pada Sidang Pleno Musyawarah Pimpinan ke-2 Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Barat yang berlangsung di Sijunjung, Sabtu (7/2/2026) kemarin.

Langkah nyata dalam memperkokoh struktur organisasi, jelas Irwandi, dibuktikan dengan pengukuhan 24 Ranting yang tersebar di empat kecamatan pada September 2025 lalu. Penguatan akar rumput ini dibarengi dengan transformasi dakwah melalui digitalisasi serta konsistensi penyelenggaraan Pengajian Daerah secara rutin.

Tak hanya menyasar jamaah umum, PDM Payakumbuh secara sistematis memperkuat barisan pendakwahnya melalui pengukuhan Korps Muballigh Muhammadiyah (KMM) serta serangkaian pelatihan peningkatan kapasitas da’i dan penguatan ideologi melalui kegiatan Baitul Arqam demi menjaga kemurnian gerakan persyarikatan.

Dalam aspek kesejahteraan sosial, dakwah filantropi yang dikelola melalui Lembaga Amil Zakat Infak dan Shadaqah Muhammadiyah (LazisMu) Payakumbuh menunjukkan pertumbuhan yang impresif dengan total penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah mencapai lebih dari Rp 1.324.732.000 pada tahun 2025, meningkat signifikan dari tahun sebelumnya.

“Dana tersebut diserap secara produktif melalui lima program utama yang mencakup sektor pendidikan, kesehatan, hingga kemanusiaan, ” ungkap Irwandi.

Keberhasilan ini sejalan dengan upaya kemandirian ekonomi organisasi yang kini mulai mengoptimalkan aset tanah seluas 3,85 hektar di Hulu Air, Kecamatan Harau, kabupaten Lima Kota menjadi kebun produktif serta pemanfaatan lahan di kawasan Tarok, kecamatan Payakumbuh Utara, kota Payakumbuh seluas 2.215 meter untuk pembangunan unit usaha bengkel melalui sistem sewa tanah.

Melengkapi gerak langkah tersebut, Muhammadiyah Payakumbuh juga memperluas jangkauan dakwahnya ke sektor pendidikan dan komunitas yang lebih spesifik. Selain fokus menjaga eksistensi sekolah-sekolah Muhammadiyah Rumah Waqaf Quran, dan mendirikan Badan Pengelola Infak Pendidikan (BPIP).

Melalui Lembaga Dakwah Komunitas, PDM Payakumbuh kini hadir memberikan pembinaan di Lembaga Pemasyarakatan serta bersinergi dengan komunitas IPHI.

Selain itu, melalui Lembaga Seni dan Budaya,lanjut Irwandi, sentuhan dakwah kini merambah ranah seni dan budaya melalui program inovatif “Niniak Mamak Masuk Sekolah”, sebagai upaya strategis dalam membentuk karakter peserta didik yang selaras dengan nilai-nilai agama dan kearifan lokal.

Selain Irwandi, peserta Musypim ke-2 dari PDM Payakumbuh juga dihadiri oleh Yopi Syahputra, MH., Sekretaris PDM, H. Amri Alza,S.IP., Bendahara,.dan Drs. H. Ashril Samsu, Wakil Ketua PDM Bidang Organisasi dan Ideologi. (IN)

Blibli.com
Blibli.com