
JAKARTA – Kemendikdasmen menegaskan komitmennya dalam mewujudkan visi besar “Pendidikan Bermutu untuk Semua” melalui penyelenggaraan Forum Komunikasi Publik Pendidikan Dasar dan Menengah.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat (BKHM) ini menjadi ruang dialog strategis antara pemerintah, komunitas pendidikan, organisasi masyarakat, guru, siswa, dan orang tua dalam mendukung implementasi kebijakan prioritas pendidikan dasar dan menengah.
Kemendikdasmen meyakini, keberhasilan transformasi pendidikan tidak hanya ditentukan oleh perumusan kebijakan, tetapi juga oleh partisipasi aktif masyarakat dalam memahami, mendukung, dan mengawal implementasinya.
Melalui Forum Komunikasi Publik, Kemendikdasmen menargetkan tiga capaian utama, yaitu 1) meningkatkan pemahaman publik mengenai program prioritas pendidikan dasar dan menengah; 2) membangun sinergi komunitas dan lembaga masyarakat sebagai wujud partisipasi semesta; serta 3) menguatkan dukungan masyarakat terhadap kebijakan dan program Kemendikdasmen.
“Transformasi pendidikan tidak dapat dilakukan sendiri oleh pemerintah. Kolaborasi dengan komunitas, organisasi masyarakat, guru, orang tua, dan pelajar adalah kunci untuk mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua. Kami ingin memastikan setiap kebijakan tidak hanya dipahami, tetapi juga didukung dan diimplementasikan secara nyata di lapangan,” ujar Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemendikdasmen, Suharti di Serpong, Tangerang Selatan, baru-baru ini.
Sementara itu Kepala BKHM Anang Ristanto menyampaikan, keberhasilan penyebarluasan informasi kebijakan dan program prioritas tidak dapat bertumpu semata pada kanal komunikasi formal Kemendikdasmen/pemerintah.
Oleh karena itu, sebutnya, BKHM terus memperkuat kemitraan kolaboratif melalui pelibatan komunitas dan lembaga masyarakat dalam berbagai kegiatan kementerian, termasuk peluncuran program-program prioritas, Konsolidasi Nasional Tahun 2026, serta berbagai forum koordinasi dan dialog publik yang bersifat terbuka dan partisipatif.
Pada forum ini, diharapkan terbangun pemahaman yang lebih komprehensif mengenai kebijakan dan program-program prioritas Kemendikdasmen, sekaligus menjadi ruang dialog untuk menyerap aspirasi, masukan, serta praktik baik dari mitra masyarakat.
Forum Komunikasi Publik ini dihadiri sekitar 200 peserta yang berasal dari kalangan pelajar, guru, ibu rumah tangga, pengurus dan anggota komunitas/organisasi masyarakat (ormas) seperti Komunitas Kami Pengajar, Sidina Community, Komunitas Patriot Pelajar Mahasiswa, PP Persatuan Guru NU, PP ‘Aisyiyah, Forum Guru Muhammadiyah, PP Ikatan Pelajar NU, PP Ikatan Pelajar Putri NU, PP Ikatan Pelajar Muhammadiyah, dan PP Ikatan Pelajar PERSIS.
“Kehadiran para peserta dari berbagai komunitas dan lembaga masyarakat mencerminkan semangat kolaborasi lintas elemen dalam mendukung transformasi pendidikan nasional,” ujar Anang Ristanto. (SP)



















