
Jakarta – Program SMK Pusat Keunggulan (SMK PK) merupakan katalis perwujudan visi pendidikan Indonesia melalui transformasi SMK, salah satunya dengan pemadanan dukungan industri.
Hasilnya, pada tahun 2022 program SMK PK telah menjangkau 27,7 persen dari total siswa SMK di Indonesia, meningkat sebanyak 9,18 persen dari Program SMK PK dibanding tahun sebelumnya. Selain itu, sebanyak 1.401 SMK PK telah tersebar di 34 Provinsi dan telah menjangkau 365 kabupaten/kota.
“Tahun 2023, secara akumulatif akan dikembangkan SMK PK yang diproyeksikan mencakup 30,50 persen dari total siswa SMK di Indonesia di sekitar 1.551 SMK PK, dan di tahun 2024 target kami mencapai 41 persen. Kemdikbudristek memprioritaskan SMK PK berdasarkan seberapa besar jumlah muridnya, dan ini cara kami melihat bahwa resource kita digunakan secara efektif untuk membantu masyarakat,” ujar Mendikbudristek Nadiem Makarim di hadapan Komisi X DPR RI, Rabu lalu.
Dari program SMK PK yang telah dijalankan, Nadiem mengungkapkan beberapa kontribusi tertinggi dari satu industri. PT. Panasonic Manufacturing Indonesia (Panasonic) memberikan skema pemadanan dana (SPD) pada 20 SMK PK dengan total investasi sebesar Rp7,2 M untuk memperkuat pool talenta tenaga kerja.
Kemudian, PT. Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) memberikan total investasi Rp5 M untuk SMK PK Wisudha Karya Kudus dalam rangka mengembangkan KK Mekatronika.
“Selain itu, industri juga memberikan dukungan lebih untuk mengembangkan SMK, contohnya PT Astra Internasional Tbk. (Astra Internasional) yang melibatkan anak perusahaannya. Revitalisasi SMK (SMKS PGRI 2 Ponorogo dan SMKS Muhammadiyah 1 Kepanjen) tidak hanya pada kompetensi keahlian yang menjadi Pusat Keunggulan, melainkan juga pada kompetensi keahlian lain di SMK yang sama,” tutur Nadiem.
Tahun lalu, dijelaskan Nadiem, sebanyak 373 SMK PK yang dipilih industri dikurasi dan ditetapkan mendapatkan SPD. Selain itu, 349 industri ditetapkan menjadi mitra SPD, dan total komitmen invetasi industri mencapai Rp439,25 M.
“Tahun ini, 557 SMK telah dikurasi, 527 industri yang nilai investasinya telah dikurasi, dan nilai hasil kurasi per 27 Maret mencapai Rp403 M. Ini adalah investasi yang dilakukan industri,” ujarnya.



















