Program Magang Buka Kesempatan Mahasiswa Rasakan Iklim Dunia Kerja

Berita Nasional351 Dilihat

Jakarta – Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) telah menjadi wadah bagi puluhan ribu mahasiswa Indonesia untuk memperoleh pengalaman kerja serta pembelajaran yang bermakna dalam ekosistem dunia usaha dan dunia industri.

Pelaksanaan program pada angkatan pertama hingga ketiga telah menghadirkan berbagai cerita baik dan penuh inspirasi dari generasi muda Indonesia yang tengah menapaki jalan untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik bagi mereka beserta keluarga tercinta.

Alfin Sofyan Toha adalah salah satu mahasiswa yang berkesempatan untuk menikmati pengalaman unik sebagai peserta MSIB Angkatan 3. Selama hampir enam bulan, mahasiswa program studi D3 Akuntansi di Universitas Airlangga ini mengikuti kegiatan magang di PT. Industri Kereta Api (Persero), yang berlokasi di Kota Madiun, tidak jauh dari kampung halamannya di Kabupaten Nganjuk.

Anak bungsu dari empat bersaudara ini adalah orang pertama di keluarganya yang bisa mencicipi pendidikan tinggi. Kedua orang tuanya tidak sempat menamatkan pendidikan Sekolah Dasar, dan ketiga saudaranya hanya belajar hingga jenjang sekolah menengah.

Fakta bahwa anak mereka menjadi salah satu mahasiswa terpilih untuk magang di BUMN ternama dan bahkan mendapat tawaran untuk bekerja di sana selepas menamatkan pendidikannya di perguruan tinggi, menjadi kebanggaan tersendiri bagi kedua orang tua Alfin.

“Senang pastinya dan juga bangga, walaupun hanya magang itu sudah senang sekali. Kebetulan INKA sendiri perusahaan yang cukup besar di Madiun dan terkenal di Nganjuk dan sekitarnya,” ucapnya.

Selama magang, Alfin ditempatkan di divisi keuangan dan dipercaya untuk memegang beberapa pekerjaan mulai dari verifikasi invoice, input transaksi harian, hingga memegang anggaran proyek di berbagai wilayah di Indonesia.

Melalui pengalaman ini ia belajar banyak hal baru yang belum pernah ia peroleh dalam pembelajaran di kampus, baik yang berkaitan dengan hal-hal teknis di bidang keuangan, keterampilan komunikasi, dan kerja sama dengan staf lainnya, hingga tanggung jawab dalam menyelesaikan pekerjaan.

Pengalaman magang baginya cukup meninggalkan kesan, bukan hanya dari ilmu yang diperoleh namun juga rasa kekeluargaan yang ia peroleh dari rekan kerja serta peserta magang yang berasal dari seluruh penjuru Indonesia. Ia pun tertarik untuk nantinya mendaftar di perusahaan tersebut selepas menamatkan pendidikannya di Universitas Airlangga.

“Ada omongan dari kepala divisi SDM dan beberapa staf lain, nanti kalau sudah lulus langsung saja bawa ijazahnya ke bagian SDM. Keluarga besar juga mendorong saya untuk bekerja di sana kalau memang sudah diberi lampu hijau,” tuturnya.

Alfin hanyalah satu dari sekian banyak mahasiswa yang menjadikan program MSIB sebagai sarana mobilitas vertikal. Program ini sendiri cukup inklusif bagi mahasiswa dari berbagai latar belakang ekonomi, termasuk mereka yang berasal dari rumah tangga kurang mampu yang memiliki proporsi sebesar 36 persen peserta berdasarkan hasil survei yang dilakukan kepada para alumni Program MSIB Angkatan 3.

Setelah sukses dalam pelaksanaan empat angkatan, saat ini Program MSIB tengah bersiap untuk membuka pendaftaran mitra dan mahasiswa untuk angkatan kelima. Dengan target peserta lebih dari 52.000, lebih banyak mahasiswa program sarjana maupun vokasi dapat menikmati pembelajaran yang berkualitas yang menjembatani mereka untuk meraih cita-cita. (kemdikbud)

Blibli.com
Blibli.com