
JAKARTA – Kemendikdasmen melalui Southeast Asian Ministers of Education Regional Centre for Early Childhood Care and Education and Parenting (SEAMEO CECCEP), didukung Tanoto Foundation meluncurkan tiga inisiatif penting untuk memajukan perkembangan anak usia dini di Asia Tenggara, di Plaza Insan Berprestasi, Gedung A Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Jakarta, Kamis (19/12).
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menyampaikan bahwa kebijakan wajib belajar 13 tahun merupakan arah kebijakan yang sangat penting untuk membangun generasi Indonesia yang hebat, generasi Indonesia yang kuat.
Ia mengatakan, pentingnya pendidikan dasar, pendidikan prasekolah dasar, bahkan pendidikan sejak dari dalam kandungan.
“Banyak sekali penelitian yang menunjukkan betapa anak-anak yang memiliki pengalaman belajar di PAUD baik PAUD formal di taman kanak-kanak maupun PAUD nonformal di kelompok bermain bahkan penitipan anak memiliki kemampuan dan juga memiliki ketahanan mental, intelektual, dan sosial yang lebih tinggi untuk mereka sukses dalam pendidikan di jenjang yang ada di atasnya,” ucap Menteri Mu’ti dalam sambutannya.
Menteri Mu’ti mengungkapkan, pendidikan dalam keluarga merupakan pondasi penting dalam membangun generasi yang memiliki keceriaan, memiliki optimisme, dan tumbuh kembang yang baik dan sehat.
Lebih lanjut, Mendikdasmen menyampaikan, berbagai macam informasi baik dalam bentuk buku maupun aplikasi-aplikasi yang memungkinkan orang tua dapat meningkatkan wawasan, kemampuan serta komitmen untuk memberikan pendidikan yang terbaik bagi anak-anak sejak dini itu menjadi tugas bersama-sama.
“Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi kepada SEAMEO CECCEP atas produk-produk yang sudah dihasilkan untuk kepentingan kita membangun pendidikan bermutu sejak dari usia dini,” ujarnya.
“Kami berharap agar produk-produk ini menjadi produk yang mudah diakses, mudah untuk digunakan, dan kemudian menjadi bagian dari gerakan bersama untuk membangun kualitas sumber daya manusia yang unggul sejak dini. Sejak mereka belum belajar di sekolah dasar bahkan dari sejak mereka dalam kandungan juga sudah diberikan perhatian yang serius agar mereka menjadi generasi yang kuat, generasi yang berkualitas melalui berbagai layanan parenting dan informasi-informasi pendidikan yang bermanfaat,” tambah Mendikdasmen.
Pada kesempatan tersebut, Direktur SEAMEO CECCEP, Vina Adriany, mengungkapkan tiga fokus utama SEAMEO CECCEP, yaitu riset, peningkatan kapasitas, dan advokasi kemitraan. Ketiga fokus ini diterjemahkan dalam bentuk komitmen kerja yang telah menghasilkan tiga luaran.
Inisiatif pertama adalah Risalah Kebijakan dan Laporan Pemetaan Layanan Pengembangan Anak Usia Dini di Asia Tenggara. Dokumen ini menyediakan analisis komprehensif mengenai praktik Pengembangan Anak Usia Dini Holistik-Integratif (PAUD HI) di wilayah Asia Tenggara serta rekomendasi berbasis bukti yang fokus pada koordinasi lintas sektoral, inklusivitas, dan keberlanjutan guna meningkatkan kualitas layanan PAUD HI.
Dengan pemahaman yang disesuaikan dengan kebutuhan tiap negara, laporan ini bertujuan untuk memastikan semua anak mendapatkan lebih banyak dukungan untuk tumbuh dan berkembang optimal.



















