Melihat Expo P5 SMA Negeri 4 Semarang, Pameran Karya Hasil Pengelolaan Limbah

Berita Daerah562 Dilihat

Semarang – Dalam menyukseskan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang menjadi termasuk dalam kurikulum merdeka, SMA N 4 Semarang mengadakan expo untuk seluruh kelas 10. Expo itu guna memamerkan hasil olahan produk mereka yang terbuat dari sampah, pekan lalu.

Kepala sekolah SMA N 4 Semarang, Wiwin Sri Winarni mengukapkan, kegiatan ini merupakan proyek yang bernama Gaya Hidup Berkelanjutan. Temanya adalah pengelolaan limbah.

“Kita hidup setiap hari itu pasti ada limbah yang terbuang ada sampah makanan yang kulitnya tidak terpakai. Nah bagaimana kita kelola sampah itu bisa dimanfaatkan kembali misalnya ada kulit buah yang bisa dijadikan pewangi parfum, atau sampah yang bisa kita jadikan pupuk kompos,” katanya.

Ia melanjutkan, tujuan dibuatkan acara ini adalah agar para siswa peduli untuk menciptakan lingkungan yang aman dan lestari, sehingga hidup menjadi sehat. Menurutnya, kegiatan tersebut juga dapat memunculkan kreativitas dan inovasi siswa untuk menciptakan sesuatu yang berguna bagi kehidupan.

Wiwin menjelaskan, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para siswa. Karena ada kerjasama tim didalamnya. Sehingga mereka tidak hanya sekedar mendengar penjelasan guru di kelas atau mengetahui secara teori saja, namun bisa melaksanakan prakteknya secara langsung.

Dirinya menambahkan, hasil produk olahan limbah tersebut sudah diberi kemasan dan bisa dibeli. Tentu kegiatan ini juga memunculkan jiwa kewirausahaan para siswa.

Dengan melihat kerja keras para siswa sendiri, ia merasa bangga. Karena mereka dapat membuat suatu inovasi yang menghasilkan produk yang bisa digunakan.

Dalam setiap stand, ada beberapa hasil produk yang ditonjolkan. Mulai dari lilin aromaterapi yang terbuat dari kulit jeruk lilin untuk mengharumkan ruangan, parfum, tas dari kain perca. Ada pula pupuk kompos yang terbuat dari kotoran hewan dan dedaunan, eco enzyme, serta sabun yang terbuat dari minyak jelantah.

Siswa dari kelas 10.7, Syain Ramadhani Fibiloni dan Santi mengungkapkan rasa senangnya. Karena bisa mempelajari hal yang baru tentang pengelolaan limbah sampah.

“Seru banget kita bisa jadi eksplor hal yang baru dan tau mengolah pupuk kompos dengan baik. Terus jadi ada pengalaman baru,” ucap Santi.

Ia menjelaskan, stand kelasnya menjadi salah satu yang paling unik. Sebab memiliki konsep Toy Story. Yakni salah satu film animasi yang banyak dikenal masyarakat.

Mereka memberikan kesempatan para pengunjung untuk mencoba permainan yang telah dibuat, yakni lempar kaleng. Beberapa kaleng ditumpuk seperti piramida dan jika semua botol bisa terjatuh maka pelemparnya akan mendapat hadiah.

Expo ini satu-satunya yang ada game-nya yang tentu bisa inspirasi untuk stand lainnya. Kami menjadikan botol kaleng bekas menjadi media permainan kami,” jelasnya. (joglojateng)

Blibli.com
Blibli.com