
Upaya memahami krisis alam pada tataran filosofis ini membawa kita pada tahap yang paling dalam yaitu menyangkut peninjauan kembali cara pandang manusia terhadap alam sekitarnya. Dalam bukunnya the web of life (jaring kehidupan), Fritjo Capra menawarkan visi baru kehidupan.
Berbagai krisis yang menyentuh aspek kehidupan manusia, seperti krisis ekologi, kesehatan, sosial ekonomi, politik, dan lain-lain, perlu ditilik dari sebuah krisis tunggal yakni krisis persepsi (pendangan manusia tentang alam atau alam di mata manusia).
Karena itu, satu-satunya cara untuk keluar dari kemelut krisis itu adalah perubahan radikal dalam persepsi atau pemikiran manusia. Kita harus berani mengoreksi diri dan mengganti cara pandang yang usang dengan cara pandang yang lebih tepat tentang alam dan sekitarnya.
Capra menegaskan, bahwa manusia tidak merajut jaring kehidupan. Manusia hanyalah secarik benang yang ada pada jaring kehidupan bersama makhluk lain. Apa pun yang manusia lakukan terhadap jaring itu, akan berdampak juga pada dirinya.
Dalam kerangka berpikir ini, salah satu tempat yang diharapkan efektif untuk menanamkan kesadaran serta mengubah pola pikir/cara pandang adalah sekolah. Sekolah (dengan program sekolah adiwiyata) menjadi tempat ideal untuk menanamkan etika ekologis.
Program sekolah adiwiyata berpijak pada cara pandang yang tepat terhadap lingkungan alam, dan karena itu perlu dimulai dari perubahan cara pandang/pola pikir, sekaligus membantu mengubah cara pandang yang keliru terhadap alam.
Adiwiyata berasal dari kata adi yang berarti besar, agung, baik, ideal, sempurna; dan wiyata artinya tempat di mana orang mendapat ilmu pengetahuan, norma dan etika dalam kehidupan sosial. Adiwiyata berarti tempat yang baik dan ideal untuk memperoleh pengetahuan dan norma serta etika yang dapat menjadi dasar manusia menuju kesejahteraan hidup.
Program Sekolah Adiwiyata adalah upaya untuk mewujudkan sekolah yang berwawasan lingkungan, peduli terhadap lingkungan. Program ini juga menjadi salah satu program menteri lingkungan hidup dalam rangka mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup.
Dan diharapkan, dengan sekolah adiwiyata, bisa tercipta kondisi yang baik, nyaman dan ideal sebagai tempat pembelajaran dan penyadaran warga sekolah agar turut bertanggung jawab menyelamatkan lingkungan-mulai dari membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan, penghijauan, majalah dinding yang bertema lingkungan hidup, daur ulang sampah dan lain sebagainya.
Sekolah hendaknya…



















