oleh

Pengaruh Pandemi Covid-19 pada Aspek Pembelajaran Bahasa

WPdotCOM – Membaca merupakan salah satu aspek penting dalam pembelajaran bahasa. Selain itu menulis, mendengar, dan berbicara,  juga sangat penting dikuiasai oleh sisiwa.

Melalui aktivitas membaca, manusia bisa mengetahui banyak hal. Seperti yang duiperintahkan Allah dalam surat al-‘Alaq ayat 1-5. Perintah membaca kepada setiap umat manusia.

Blibli.com

Media yang digunakan untuk memebaca tidak hanya buku. Banyak media lainnya yangb bisa digunakan untuk memebaca, di antaranya memebaca melalui media online yang dapat diakses melalui telepon genggam.  Di sana, apapun bisa diakses, baik yang berkenaan dengan berita terkini,  maupun yang sudah lampau. Dengan kemajuan teknologi, karya apapun juga  bisa diakses seperti karya sastra, ilmiah, dan lain sebagainya.

Pada masa pandemi ini, pendidikan lebih banyak menggunakan teknologi yang berbasis internet. Karena semua pembelajaran dilakukan dengan jarak jauh, tidak lagi tatap muka seperti biasanya. Kondisi seperti ini, berdampak posistif bagi siswa untuk mahir menggunakan perangkat teknogi. Pendidik dan peserta didik bisa membaca materi pembelajaran yang diperlukan untuk belajar dari berbagai sumber melalui penggunaan gadget.

Dampak lain yang ditimbulkan penggunaan gadget oleh peserrya didik, adalah bebasnya mengakses bacaan yang diluar pembelajajaan. Selain itu, minat membaca siswa menjadi terganggu karena keasikan main game.

Saat pembelajaran jarak jauh (PJJ) berlansung pun, banyak siswa yang main game. Walaupun sebenarnya bermain juga diperlukan oleh siswa sebagai hiburan untuk mengalihkan pemikiran dari kebosanan belajar daring dan luring yang ditumpuk oleh gurur dengan berbagai tugas. Namun tentu perlu dipahami bahwa mengikuti pembelajaran adalah aktivitas utama.

Minat baca siswa di Indonesia perlu ditingkatkan. Kalau minat baca siswa meningkat, maka dipastikan pentetahuan siswa akan meningkat otomatis. Sekaitan dengan itu, juga akan berefek pada munculnya minat pada literasi menulis. Akan lahir karya-karya siswa dan guru secara signifikan. Dan seharusnya dalam masa pandemi ini, kesempatan berkarya menjadi lebih terbuka. Banyak karya yang akan tercipta,  karena dominan masyarakat Indonesia berada dirumah, dan belajar serta bekerja dari rumah.

Menurut data yang ada, kebanyakan pelajar dan masyarakat Indonesia malas dalam membaca. Sehingga memilih mencontoh apa yang sudah ada. Karena tidak membaca dan tidak dipahami terlebih dahulu, maka  hal yang buruk pun kadang dicontoh oleh orang Indonesia.

Selain berkurangnya minat baca, hal yang sangat buruk terasa saat ini, adalah gaya pakaian pelajar yangkebarat-baratan. Ini juga berkaitan dengan kebiasaan membaca sumber-sumber pendidikan akhlak dan tatanan sosial. Kurangnya minat dalam membaca al-Quran dan memahaminya  Hadits tentang berpakaian.

Orang-orang hebat di negeri ini, lahir dan berawal dari banyaknya meembaca buku, baik cetak maupun elektronik. Dengan membaca, membuka pikiranya untuk melakukan perubahan ke hal yang lebih baik. Tidak terlepas pula, menulis pun menjadi aspek penting yang berpasangan dengan membaca.

Walaupun begitu, aktivitas mendengar dan berbicara tidak boleh dinomor duakan. Karena keempat aspek ini sama pentingnya dalam pembelajaran bahasa. Empat aspek bahasa harus sejalan supaya seimbang dalam setiap pembelajaran, baik di dalam maupun di luar sekolah. (*)

Penulis: Racenawati (Guru SMA Muhammadiyah Batusangkar, Tanah Datar)