
Menurutnya, tema HAN tahun ini, “Anak Terlindungi, Indonesia Maju,” memiliki kandungan makna yang sangat dalam dimana anak-anak mesti mendapat perlindungan secara fisik, psikis dan seksual agar mereka dapat mengalami tumbuh kembang secara wajar sesuai dengan tahapan pertumbuhan dan perkembangan sebagai yang dilalui seorang anak manusia seperti yang dikehendaki Sang Pencipta.
“Kami mengajak kita semua agar kita mulai dari diri kita, keluarga dan lingkungan di mana kita berada untuk memerangi kekerasan terhadap anak. Kita mesti bergandeng tangan melindungi anak-anak kita. Sebagai orang tua, pendidik, pemerintah, masyarakat dan aktivis kemanusiaan, kita bergandengan tangan dan berkomitmen memutus mata rantai kekerasan terhadap anak jika kita menghendaki Indonesia pada umumnya dan Lembata khususnya ke depannya mengalami kemajuan,” pungkasnya.
Pendidik di SMP Santa Theresia Kabupaten Lembata ini juga memaparkan data kekerasan yang terjadi selama tanun 2020 di Lembata sejak bulan Januari sampai Juni. Ia merincikan, ada lima (5) kasus kekerasan fisik. 10 (sepuluh) kasus kekerasan seksual, 8 (delapan) kasus penelantaran anak dan 12 (duabelas) kasus kekerasan psikis yang terdata dan sedang berada dalam proses pendampingan LSM Permata Lembata.

Menurutnya, ada begitu banyak kekerasan anak terselubung. Akan tetapi yang paling dominan adalah kekerasan seksual terhadap anak. Kurang lebih 10 (sepuluh) anak yang mengalami kekerasan seksual dan sekarang sedang hamil. “Saya membayangkan, anak yang akan lahir tanpa dipersiapkan secara baik semenjak perencanaan akan berdampak pada ketidakseimbangan pengasuhan dan pendampingan mereka ke depan,” ujarnya.
Aktivis Gereja dan relawan kemanusiaan ini pun turut prihatin karena banyak anak di bawah umur terlibat dalam pergaulan bebas bukan kemauan mereka sendiri tetapi berada di bawah tekanan kaum pria dewasa.
“Saya memikirkan apa yang bakal terjadi ke depannya setelah anak-anak yang saat ini dikandung lahir dan bertumbuh dalam asuhan tanpa ayah mereka. Bagi saya, anak-anak yang dikandung dalam suasana kekerasan nantinya akan melahirkan baru di dalam keluarga karena keluarga tidak dibangun dan dipersiapkan secara matang,” ungkapnya prihatin.
Longginus Bujak Lampo,…



















