
Longginus Bujak Lampo, Ketau RW 10 mewakili pemerintah setempat mengapresiasi LSM Permata Lembata karena semua kegiatan selalu diinformasikan kepada pemerintah terdekat. Menurutnya, tugas kita semua adalah memperhatikan generasi muda kita khususnya anak-anak. Jika tidak maka kehidupan masyarakat Lembata ke depan berada dalam ancaman.
Sementara itu, Sius Lolonrian, mewakili para orang tua di Lembata mengajak para orang tua agar membentuk dan menjadikan anak-anak menjadi teladan untuk Lembata dan megeri ini. Menurutnya, orangtua adalah pendidik pertama dan utama yang tak tergantikan.
“Sebagai orang tua, kita mesti mendidik anak-anak kita dalam hal pengetahuan dan iman agar anak-anak tidak ketinggalan di satu sisi dan imannya tetap bertumbuh di sisi lain. Anak-anak diberi kebebasan untuk mengekspresikan diri juga membuka ruang bagi anak untuk mengkritisi apa yang dilakukan orang tua sehingga apa yang anak piker dan rasakan disampaikan,” ungkapnya.
Nefri Ekeng yang akrab disapa Mane, aktivis dan pemerhati HIV Lembata mengatakan, akibat dari pergaulan bebas anak mengakibatkan ada anak Lembata yang mengidap HIV sebelum dinyatakan lulus oleh lembaga pendidikan yang mengasuhnya.

Menurut Mane, anak-anak kurang dikontrol saat mereka berada di luar rumah. Dengan demikian menurutnya, pernikahan dini banyak terjadi di Lembata sehingga anak-anak yang menikah banyak yang berpisah setelah hidup beberapa tahun.
“Dalam pengamatan saya, di Lembata banyak anak tidak memiliki handphone tetapi mereka masing-masing memiliki akun facebook. Hal itu dapat ditemukan ketika banyak anak saat hendak facebookan, mereka meminjam handphone teman lalu mereka chattingan dengan pacar atau temannya. Lebih dari itu anak-anak sudah tidak lagi peduli dengan budaya lokal. Inilah yang memicu anak menjadi kurang peduli pada hal-hal mendasar lainnya,” pungkasnya.
Suasana peringatan HAN di Kantor Permata Kabupaten Lembata, Provinsi NTT berlangsung dalam protokol kesehatan. Ini dilakukan untuk membentuk karakter dasar penghargaan dalam diri anak untuk membangun Indonesia umumnya dan Lembata khususnys yang lebih maju ke depannya. (*)
Reproter: Albertus Muda



















