
Adapun 5S itu sendiri adalah istilah Jepang untuk menggambarkan secara sistematik praktek housekeeping yang baik. Berasal dari Jepang dan terbukti efektif dibeberapa negara. Penataan Housekeeping dikenal sebagai awal dan merupakan pendekatan paling efektif dalam membangun suatu bangunan dalam beberapa usaha peningkatan produktivitas dan dapat diterapkan secara kombinasi dengan sistem manajemen lain. 5S adalah singkatan dari 5 kata dalam bahasa jepang yang diawali oleh huruf S; Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke. Dalam bahasa Indonesia, kita bisa menterjemahkan 5S sebagai 5R; Seiri (Ringkas), Seiton (Rapi), Seiso (Resik), Seiketsu (Rawat), Shitsuke (Rajin). 5S adalah filosofi dan cara bagi suatu organisasi dalam mengatur dan mengelola ruang kerja dan alur kerja dengan tujuan efesiensi dengan cara mengurangi adanya buangan (waste) baik yang bersifat barang atau peralatan maupun waktu.
Seiri (Ringkas), artinya bagaimana cara membedakan antara yang diperlukan dan yang tidak diperlukan serta membuang yang tidak diperlukan: “Singkirkan Barang-barang yang tidak diperlukan dari tempat kerja”
Seiton (Rapi), bagaimana cara menentukan tata letak yang tertata rapi sehingga kita selalu menemukan barang yang diperlukan. Setiap barang yang berada di tempat kerja mempunyai tempat yang pasti.
Seiso (Resik), menghilangkan sampah kotoran dan barang asing untuk memperoleh tempat kerja yang lebih bersih. Pembersihan dengan cara inspeksi: Bersihkan segala sesuatu yang ada di tempat kerja.
Seiketsu (Rawat), Memelihara barang dengan teratur rapi dan bersih juga dalam aspek personal dan kaitannya dengan polusi:Semua orang memperoleh informasi yang dibutuhkannya di tempat kerja, tepat waktu.
Dan yang terakhir adalah, Shitsuke (Rajin): Melakukan sesuatu yang benar sebagai kebiasaan: Lakukan apa yang harus dilakukan dan jangan melakukan apa yang tidak boleh dilakukan, jelas H. Aep Saepudin waktu itu.
Lanjut Aep Lagi, mudah mudahan dengan keberhasilan SMK Pendia 2 pada Akreditasi tahun 2020 dengan mendapatkan nilai A tersebut, akan menambahkan kepercayaan lebih dari semua kalangan, baik Dari orang tua siswa siswa, masyarakat umum ataupun dunia industry.
Kebetulan SMK Penida sendiri sudah bekerjasama dengan salah satu bengkel yang cukup besar di Bandung begkel yaitu Kharisma baik itu kerjasama dalam rangka kegiatan prakerin. Bahkan bengkel charisma sudah bekerjasama dengan kami yaitu dalam bentuk kersama service berkala untuk mobil mulai dari Km 1000 hingga 4000. Yang mana dalam hal pelaksanaanya adalah mereka langsung datang kesekolah untuk menjadi mentor secara langsung sedangkan tenaga lapangannya oleh anak anak SMK penida langsung.
Ditanya juga, seberapalengkapkah peralatan dan sarana praktek siswa di SMK Penida 2 Katapang, Aep memaparkan bahwa untuk peralatan praktek, dari alat hingga subyek praktek juga di SMK Penida 2 sudah cukup lengkap, baik itu alat unjtuk jurusan TKR maupun jurusan Teknik Komputer dan Jaringan.
Kami harap, dengan terakredisatasi nilai yang cukup memuakan ini, semoga saja menambah kepercayaan dari semuanya. Yang paling penting adalah harus terus dan terus kompak sesame civitas SMK Penida 2 Katapang dalam rangka turut serta menghasilkna peserta didik yang memiliki ke ahlian tingkat menengah.
Reporter: Yudi Sudrajat (Ka. Biro Jabar)



















