
Oleh karena itu, pihak sekolah di sini agar membuat skema dengan menyusun manajemen yang baik dalam mengatur sistem pembelajaran daring. Hal ini dilakukan dengan membuat jadwal yang sistematis, terstruktur dan simpel untuk memudahkan komunikasi orangtua dengan sekolah agar putra-putrinya yang belajar di rumah dapat terpantau secara efektif.
Dengan demikian, pembelajaran daring sebagai solusi yang efektif dalam pembelajaran di rumah guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19, physical distancing (menjaga jarak aman) juga menjadi pertimbangan dipilihnya pembelajaran tersebut. Kerjasama yang baik antara guru, siswa, orangtua siswa dan pihak sekolah menjadi faktor penentu agar pembelajaran daring lebih efektif. Intinya adalah kerjasama semua pihak adalah yang paling utama, baik itu guru, siswa dan orang tua adalah penting adanya atau adanya simbiosis mutualisme dengan semuanya.
Namun dalam hal ini kita juga tau bahwa pembelajaran daring tersebut juga banyak kendala atau keurangan seperti dengan Jaringan internet yang kurang mendukung. Aksesbilitas secara daring dan tatap muka berbeda. Akses daring belum sepenuhnya mampu 100 persen. Bisa dikatakan hanya kisaran 40-60 persen bisa mengakses secara baik. Tentu banyak faktor, pertama mengenai jenis spesifikasi ponsel atau gawai. Kedua, tentunya nanti berimbas ke jaringan atau kuota internet. Ketiga, tentu biaya yang dikeluarkan tidak murah. Ketiga faktor tersebut jika tidak dipecahkan akan berimbas pada kesalahan informasi antara siswa dan guru. Serta banyak lagi kendala lainnya.
Keadaan yang membuat kita harus siap dan mau menerima seperti saat ini. Semoga saja semuaini secepatnya berlalu. yang paling utama adalah kita selalu disiplin dan selalu mematuhi aturan yang sudah ditetapkan oleh pemerinta, selalu memakai masker jika ditempat umum, cuci tangan, dan yang paling utama adalah selalu utamakan protokol kesehatan dimana ia berada kususnya di tempat banyak kerumunan orang. Semoga (YD)


















