
“Sehingga dalam hal persiapan AKB pada pembelajaran tatap muka, kami telah menyiapkan berbagai kelengkapan sambil saat tetap pembelajaran daring,” ungkap Insan.
Namun untuk itu, sambungnya, protap untuk pembelajaran tatap muka AKB sudah dipersiapkan pada setiap ruangan, baik dari alur keluar masuknya. “Alat dan sarana penunjang lainnya baik di kampus satu maupun di kampus dua (tempat praktek siswa) sudah tersedia. Seperti keluar masuk tamu ataupun civitas dari SMKN 5 Pangalengan tidak luput dari pengecekan suhu dan lainnya. Sebab yang paling ditakutkan adalah orang yang tanpa gejala. Mereka tidak kelihatan seperti orang sakit, namun tiba tiba menularkan virus kepada yang lainnya,” lanjutnya.
Masih kata Insan, pada intinya, insya Allah jika pemerintah sudah mengizinkan dan orang tua peserta didik juga sudah bersedia anaknya untuk KBM tatap muka, maka pihaknya siap untuk semua itu. “Namun protokol kesehatan tetap yang paling utama,” tegasnya.
Ditanya apa harapannya tentang keadaan seperti saat ini, sama seperti yang lainnya, Insan ingin musibah ini segera berakhir. Karena dalam hal ini baik guru, siswa dan orang tua sudah sangat jenuh dengan pembelajaran daring.
“Pembelajaran daring sangatlah dilematis, yang mana guru juga punya anak dan keluarga yang juga kalau sedang di rumah juga harus mendampingi anaknya, sedangkan dia sendiri harus memberikan materi pembelajaran siswa yang juga adalah tanggung jawabnya di sekolah. Belum lagi jika koneksi internet yang terkadang kurang mendukung. Banyak lagi hal lain yang membuat program daring ini nsulit untuk tetap dijalankan,” papar Insan.

Kepada pemerintah, sebutnya, kami menghapkan penguatan SOP khusus untuk pembelajaran di wabah saat ini. Kalau bisa seperti tahun kemarin 2019 tidak terlalu banyak, ada contohnya walau hanya satu lembar untuk pelaksanaan PBM di wabah saat ini. “Mudah-mudahan ada seperti yang sudah yaitu dari banyak bisa menjadi hanya satu lembar,” harapnya.
Diharapkannya juga, adanya kurikulum khusus untuk pembelajaran darurat . “Kalau yang umum atau normal saja kan sudah ada. Mudah-mudahan di tengah wabah seperti ini, pemerintah bisa mengeluarkan petunjuk SOP khusus pelaksanaan pembelajaran, baik silabusnya maupun RPPnya. Walaupun memang dalam hal ini sudah ada informasi dari pengawas yaitu gabungan pembelajaran Luring dan Daring. Tapi yang paling kami inginkan adalah adanya contoh yang baku yang bisa dijadikan acuan kami nantinya. Semoga saja,” pungkasnya. (YD)



















