
Menurutnya, segala macam logistik disiapkan pemerintah, seperti makan minum hingga kayu api. “Terkait logistik berupa tikar, bantal, selimut, pempers dan pakaian untuk anak-anak bisa dilengkapi pemerintah atau dibantu oleh relawan dari komunitas-komunitas yang peduli,” harapnya.
Ia berpesan agar bapak, ibu guru tetap semangat untuk melayani saudra-saudara kita yang terdampak erupsi untuk melayani makan minum, olahraga senam, menyanyi, dll. Sementara itu, untuk bapak, ibu dan anak-anak yang mengungsi agar tetap sabar dan kuat karena badai pasti akan berlalu.
Mariati Tuto, warga desa Amakaka-Lewotolok, yang diwawancarai media ini, mengaku, sebelum didata untuk beralih domisili di ruang-ruang kelas SD-SMP St. Theresia, mereka tidur berdesak-desakan di los rumah warga dekat Pasar Lamahora, salah satu pasar terbesar di kota Lewoleba.
Ia mengakui, setelah berada di sini (red-ruang kelas SD-SMP St. Theresia) mereka bisa tidur aman, makan minum juga kebutuhan MCK terlayani dengan baik. “Kami terus minta dalam doa, agar suasana di kampung bisa kembali pulih, agar kami bisa kembali tanam jagung supaya kami bisa punya persediaan makan,” ungkapnya.
Terkait binatang, menurutnya, banyak binatang milik warga yang mati. “Hewan-hewan yang masih bisa tertolong, mungkin yang ada di pinggir jalan. Sedangkan yang lokasi agak jauh dari jalan raya, sulit dijangkau,” katanya.

Ia berharap, mereka bisa cepat pulang, supaya pemerintah jangan kewalahan mengatur keberadaan mereka dengan segala macam kebutuhan di posko pengungsian. Terkait kesehatan, menurutnya, mereka selalu dikontrol secara rutin oleh tim medis yang ditugaskan pemerintah.
Pada Selasa (8/12), Operator Team Leader Response Erupsi Ile Lewotolok bersama tenaga harian lapangan (THL) WVI area Lembata membangun koordinasi dengan para relawan di posko PMI Lembata sambil berdiskusi terkait sinergi yang akan dibangun untuk respon terhadap para pengungsi beberapa hari dan minggu ke depan. Di posko PMI Lembata juga dipastikan akan dibagikan masker dan CTPS di beberapa posko lain termasuk di Hadakewa wilayah pengembangan bibit kelor area Lembata yang juga terdampak erupsi Ile Lewotolok.
Setelah berdiskusi dan memastikan bahwa rekan-rekan relawan dari PMI Lembata siap bersinergi, maka tim tanggap bencana WVI berkoordinasi lanjut dengan rekan-rekan relawan di posko Dompet Duafa dan MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center). Tim tanggap bencana WVI juga bertemu dengan koordinator relawan di posko utama relawan sekaligus mendaftar dan memastikan bahwa WVI juga ikut ambil bagian sebagai relawan dalam membantu pengungsi erupsi Ile Lewotolok dan tanggap covid-19.
Masker dan saran CTPS baru akan tiba hari ini dari Kupang dan selanjutnya akan didistribusikan ke pasko-posko yang sudah terdata. Salam sehat dan semoga kondisi gunung Lewotolok cepat kembali normal. (AM)
Pewarta: Albertus Muda



















