
“Bagaimana program Enikki ini kita gunakan sebaik mungkin untuk mengangkat keberagaman Indonesia. Supaya ada branding dan bedanya antara Enikki Indonesia dengan Enikki dari negara lain,” ucap Ananto.
Pada kesempatan yang sama, Koordinator Nasional UNESCO Associated Schools Network (ASPNet), Hasnah Gasim mengatakan, penyelenggaraannya untuk tahun 2021-2022 berlangsung secara digital agar lebih aman di tengah situasi pandemi Covid-19.
Hasnah mengakui, sosialisasi KNIU hari ini bagi yang ditujukan untuk para guru dan kepala sekolah dalam rangka menjaring pendapat dan masukan dari para pendidik. “Karena mereka akan berperan. Kepala sekolah adalah ketuanya, tetapi ia tetap membutuhkan guru yang bisa diajak berkolaborasi,” jelas Hasnah.
Ketika dihubungi Jepang, Hasnah menegaskan bahwa Indonesia merencanakan menggelar sayembara secara daring. “Jepang setuju dan dia malah menjadikan kita contoh buat negara lain. Ini suatu kemajuan bagi indonesia, karena kita pionir membuat lomba sesuai prosedur Covid-19,” tambah Hasnah.
Hasnah berharap sekolah-sekolah yang hari ini datang dalam sosialisasi mampu menyebarluaskan informasi yang didapatkan dan nantinya memberikan umpan balik pada KNIU. Umpan balik tersebut akan diolah, lalu diteruskan ke Pusdatin Kemdikbud sebagai pihak yang bertugas menyebarluaskan informasi daring di Kemdikbud. Semnetara untuk penilaian, KNIU akan tetap bekerja sama dengan Galeri Nasional yang menguasai nilai seni.
Hasnah juga menegaskan bahwa semua anak di Indonesia dapat mengikuti lomba ini. Maka, untuk membantu perluasan informasi, KNIU juga menyebarkan informasi ini kepada pusat pendidikan dan pengajaran seni lukis di Indonesia, yaitu Global Art Indonesia. Saya akan memberikan informasi ini kepada mereka, agar mereka juga bisa menjaring anak-anak berbakat mengilustrasikan catatan harian.
“Jadi, bukan hanya anak sekolah, tapi anak yang tidak sekolah tapi bisa melukis,” pungkas Hasnah. (SP)



















