
Direktur SEAQIL, Luh Anik Mayani, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa SEAQIL menerima 1.273 calon peminat dari seluruh negara, namun total peserta yang sesuai persyaratan berjumlah 600 guru dari 8 (delapan) negara anggota SEAMEO.
Adapun rincian peserta pelatihan terdiri dari Kamboja sebanyak 6 guru, Indonesia sebanyak 367 guru, Laos sebanyak 2 guru, Malaysia sebanyak 90 guru, Myanmar sebanyak 1 guru, Thailand sebanyak 18 guru, Filipina sebanyak 93 guru, serta Vietnam sebanyak 23 guru. “Sangat disayangkan bahwa di tahun 2021 tidak ada calon peminat dari Brunei Darussalam, Singapura dan Timor Leste”, tuturnya.
Dari pemilihan bahasa yang akan dilatih, sebanyak 519 guru berminat mengembangkan kefasihan berbahasa Inggris, 50 guru berminat mengembangkan kompetensinya berbahasa Jerman, 29 guru memilih untuk meningkatkan kefasihannya berbahasa Perancis, serta 2 guru hendak menajamkan kepiawaiannya dalam berbahasa Spanyol.
“Namun, meski tersedia pelatihan bahasa Portugis, belum ada guru yang menunjukkan keberminatannya”, tambah Direktur Luh Anik Mulyani.
Pada sesi akhir acara pembukaan, Direktur Luh Anik Mulyani, menyampaikan bahwa teknologi tidak akan pernah menggantikan peran guru sehingga menjadi penting bagi guru untuk dapat menyeimbangkan pembelajaran tatap maya dengan tatap muka. “Oleh karena itu, partisipasi guru dari seluruh negara anggota SEAMEO dibutuhkan untuk menjamin pemerataan pendidikan di Asia Tenggara”, tutupnya.
Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru dalam area peningkatan kompetensi bahasa asing akan berlangsung selama 3 (tiga) bulan dimulai tanggal 5 April hingga 5 Juli 2021 dengan menggunakan platform pembelajaran bahasa daring. (SP)



















