SMA Yadika Soreang, Sekolah Berliterasi Budaya, Parawisata, Sains, Teknologi dan Akhlak Mulia

Berita Daerah1213 Dilihat

SMA Yadika Soreang, sekolah yang memiliki visi menjadikan sekolah berliterasi budaya, parawisata, sains, teknologi dan akhlak mulia yang mamu bersaing di Perguruan Tinggi Negeri maupun swasta dan Dunia Kerja. Tentunya SMA Yadika juga ingin menghasilkan peserta didik yang unggul serta memiliki daya saing yang lebih. Hal ini sejalan dengan wacana dari pemerintahan Kabupaten Bandung yang sedang giat-giatnya untuk membuat daerah menjadi salah satu daerah obyek parawisata andalan Jawa Barat.

Untuk itulah, lanjut Dinny, SMA Yadika yang notabene ada di kabupaten ingin selaras dan satu tujuan dengan pemerintah daerah dalam rangka menggalakkan sektor parawisata. SMA Yadika memiliki pembelajaran yang terintegrasi dengan kurikulum muatan lokal yaitu program mulok English Holiday. Nantinya mereka disiapkan untuk menjadi tour guide bagi para pengunjung dari luar daerah ataupun luar negeri.

Program Mulok English Holiday terbagi menjadi 3 kelas, yaitu untuk kelas X pembelajaran tentang Front Office, kelas XI tentang Kuliner, dan XII tentang Tour Guide. Sedangkan untuk kegiatan ekskul di sekolah ini adalah Futsal, Karate, Pramuka, Alas Maya, Culinary Art, E-Sport, Volly, Badminton, Paskibra, English Club, Basket, Japan Club, Merajut, Irema, Olahraga Tradisional, Paduan Suara, Perisai Diri, PMR, Seni Musik, Tae Kwon Do, dan Renang.

“Harapan kami, dengan adanya program mulok yang terintregrasi dengan kurikulum tersebut, nantinya para peserta didik paling tidak memiliki keahlian standar tentang bagaimana menjadi Guide yang baik dan yang benar,” harap Dinny.

Dinny Shari Akbariani, S.Pd.,Gr, kepala SMA Yadika Soreang.

Saat ditanya apa harapannya terhadap pelaksaaan PTM yang akan segera dilksaksanakan tersebut, Dinny mengatakan bahwa lembaga pendidikan bukan hanya mengajarkan, tapi juga adalah mendidik. Kalau hanya untuk mencari ilmu, tentunya tidak terlalu perlu ke sekolah, cukup melalui Google semua sudah tersedia.

“Namun untuk membentuk karakter dan ahklak tidak bisa hanya menggunakan media. Kita harus mencontohkan dari kita secara langsung, apa dan bagaimana berprilaku yang baik dan benar tersebut. Kerjasama dari semua pihak, baik orang tua, guru dan lingkungan yang baik juga berpengaruh pada pertumbuhan siswa itu sendiri. (YD)

Blibli.com
Blibli.com