Waka Kesiswaan SMKN 1 Soreang: ‘Ubah Pola Pikir, dan Bangun Kesadaran Harus Sabar’

Berita Daerah641 Dilihat

“Jujur saya katakan, merubah kebiasaan itu sulit, kalau dulu biasanya 06.30 WIB baru ada di sekolah, sekarang jam 06.20 mesti sudah ada di sekolah. Jangankan siswa, terkadang guru saja untuk  menyesuaikan pola seperti itu juga cukup sulit, mesti dibiasakan dulu. Namun dengan tekad dan kesadaran bersama, akhirnya program ini bisa berjalan juga,” katanya lagi.

“Dalam hal pelaksanaan tata tertib tersebut, sekolah juga sangat tertib dalam pelaksanaan standar berkendara, selain harus dilengkapi dengan helm dan lain-lain, standar suara knalpot juga tidak boleh menggunakan knalpot tidak sesuai standar. Kalau ada yang di luar standar tidak boleh masuk ke lingkungan sekolah. Yang sudah sesuai standart dikasih stiker lolos uji,” jelasnya.

Dijelaskan lagi oleh Susan, banyak program kesiswaan yang menurut kepala sekolah cukup berhasil. Namun Susan bukannya sosok guru yang gampang puas, sehingga dalam rangka lebih meningkatkan kualitas, Susan dan Tim membuat aplikasi kesiswaan yang mereka beri nama E-ksis (elektronik kesiwaan) yang mana di dalamnya adalah, pembiasaan, absen siswa dan lainnya sampai dengan pemilihan ketua OSIS juga pernah masuk dalam program E-ksis tersebut. Karena kalau pemilihan OSIS manual selain memakan waktu, juga boros kertas. Dengan aplikasi ini lebih gampang dan ringkas.

Selain itu, kelebihan Program E-ksis ini bisa diakses oleh orang tua siswa melalui HP, oleh siswa, guna melihat kegiatan apa saja yang dilakukan oleh siswa hari itu. Baik daftar hadir siswa dan lainnya bisa dilihat oleh orang tua. Sehingga mereka tau kalau hari itu anaknya tidak masuk ke sekolah.

“Banyak kelebihan dari program ini, selain ringkas dan tidak banyak makan waktu dan biaya yang besar, efektip dan ringkas dalam pelaksanaanya. Namun sayang sekali, program yang kita bangun ini pada saat ini belum bisa kita manfaatkan dengan maksimal karena Pandemi, yang mana tidak adanya sekolah tatap muka,” jelas Susan lagi.

Kegiatan Pramuka dilaksanakan setiap Sabtu.

Semua program rencana dari program kesiswaan yang pada tahun sebelumnya sudah kelihatan menunjukkan keberhasilan adalah berkat dari dukungan langsung dari sosok kepala sekolah Tatang, M.Pd yang sangat mendukung program kesiswaan.

Masih kata Susan, dengan berjalannya program kesiswaan yang sangat didukung oleh kepala sekolah dan tim tentunya, maka pihaknya tidak berenti sampai di situ saja. “Kami ingin membuat program baru lagi yaitu BPE {Buku Pembiasaan Elektronik} yang juga tidak jauh dari program E-ksis yang lalu,” imbuhn ya.

Di akhir, Susan berharap semoga saja program serta rencana yang sudah tersusun demi kemajuan bersama ini bisa didukung oleh semua pihak. Sebab sebaik apapun program tersebut kalau tidak adanya dukunga dari semuanya maka tidak akan pernah berhasil secara maksimal. (YD)

Blibli.com
Blibli.com