oleh

Implementasi SMA Negeri 3 Batu Wujudkan Sekolah Berwawasan Wisata

WPdotCOM – SMA Negeri 3 Batu terletak di lereng gunung Arjuno, tepatnya di Desa Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Kondisi tersebut menyebabkan daerah di sekitar SMA Negeri 3 Batu memiliki tanah yang subur dan cocok untuk lahan pertanian.

Ritul Idha Djarwati, S.Pd., M.Pd., selaku kepala sekolah memanfaatkannya untuk mengembangkan potensi siswa agar berwawasan wisata serta peduli lingkungan melalui program budidaya tanam sayur.

Hal ini selaras dengan visi dari SMA Negeri 3 Batu yaitu terwujudnya sekolah unggul yang memiliki lulusan berakhlak mulia, berprestasi, budaya saing, berwawasan kebangsaan, berwawasan wisata dan peduli lingkungan.

Dalam pelaksanaan inovasi budidaya tanaman sayur, Kepala SMA Negeri 3 Kota Batu menyiapkan beberapa lahan untuk budidaya tanam sayur, serta memberikan keleluasaan siswanya untuk belajar cara menanam sayur yang baik dan benar. Tidak hanya menanam, setiap siswa juga diberikan bimbingan mengenai kondisi wilayah yang ada.

Sehingga siswa dapat menentukan beberapa jenis tanaman yang cocok ditanam, agar tidak mengalami kekeliruan dalam menentukan sayuran yang akan ditanam.Tanaman yang ditanam di SMA Negeri 3 Batu yaitu Sawi, Tomat, Bawang Daun. Hasil dari budidaya tanam sebagian diberikan masyarakat sekitar sekolah sebagai bentuk rasa syukur. Dan sebagian dari hasil budidaya tanam diberikan kepada beberapa tamu yang berkunjung ke SMA Negeri 3 Batu.\

Namun, dalam pelaksanaannya terdapat beberapa masalah. Di antaranya yaitu, pertama, keterbatasan fasilitas yang tersedia di SMA Negeri 3 Batu. Hal ini disebabkan karena SMA Negeri 3 Batu merupakan sekolah yang  baru berdiri sekitar 5 tahun. Sehingga fasilitas-fasilitas yang mendukung dalam kegiatan sekolah masih dalam proses pembangunan.

Kedua, adanya pandemi Covid-19 dan munculnya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyaraka (PPKM) berkepanjangan,yang memaksa terjadinya pembelajaran jarak jauh (PJJ). PJJ pun menjadi kurang efektif dikarenakan kurang adanya komunikasi antara guru dan siswa. Hal ini mengakibatkan minat siswa SMA Negeri 3 Batu menurun dalam program kegiatan  yang telah diselenggarakan. Sehingga pelaksanaan program kegiatan sekolah menjadi kurang optimal.

Baca Juga:  Bukan Sekedar Sertifikat, Tapi Juga Mencari Ilmu

Permasalahan dalam pelaksanaan perwujudan sekolah berwawasan wisata, dapat diatasi dengan upaya yakni, 1) fasilitas sekolah yang kurang memadai dapat diatasi dengan menggunakan perlengkapan atau fasilitas yang sudah ada. Sehingga keterbatasan fasilitasnya bukan menjadikan penghalang untuk berkreasi dan berinovasi dalam mewujudkan sekolah berwawasan wisata.  2) apabila minat siswa menurun akibat pelaksanaan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berkepanjangan, yang memaksa pelaksanaan PJJ, maka elemen guru sangat penting. Kepala Sekolah memberikan motivasi terhadap siswa pentingnya berkreasi dan berinovasi yang diwujudkan dalam pembudidayaan tanaman sayur, walaupun masih dalam masa  pandemi covid-19.

Masalah yang muncul dalam perwujudan sekolah berwawasan wisata SMA Negeri 3 Batu, yaitu adanya masalah internal maupun masalah eksternal. Masalah internal yang berkaitan dengan menurunnya minat  siswa, dan masalah eksternal yang diakibatkan adanya keterbatasan fasilitas yang tersedia di SMA Negeri 3 Batu.

Namun masalah-masalah tersebut sudah teratasi, mengingat perwujudan sekolah berwawasan wisata sangatlah bermanfaat. Manfaat dari perwujudan sekolah berwawasan wisata bagi siswa antara lain yaitu untuk mengembangkan wawasan siswa mengenai pentingnya alam dalam kehidupan manusia, serta mengajarkan siswa untuk belajar berwirausaha, dan menambah rasa peduli dalam diri siswa terhadap lingkungan.

Sementara manfaat bagi guru, yaitu mengembangkan kreativitas dan inovasi dalam menyampaikan bahan ajar. Agar setiap siswa lebih cepat memahami dan tidak bosan, serta belajar hidup hemat dengan cara memanfaatkan lahan yang ada  untuk budidaya  tanam sayur.

Dalam pelaksanaan sekolah berwawasan wisata di SMA Negeri 3 Batu terlihat sudah baik. Namun begitu, perlu adanya inovasi untuk mengembangkan potensi siswa dalam berbudidaya tanaman sayur.

Target yang perlu  dicapai yaitu membudidayakan tanam sayur dalam berbagai metode tanam seperti tabulampot, hidroponik, vertikultur, dan aeroponik. Sehingga siswa SMA Negeri 3 Batu mampu menguasai semua metode budidaya tanam sayur.

Baca Juga:  Dari Hobi Sejak Belia, Kini Menjadi Kewajiban dan Syarat Kenaikan Pangkat

Penulis: Agistha Lilik Septianti (Siswa kelas XII-IPS 2 SMA Negeri 3 Batu)