Hampir 2 Tahun, Masyarakat Kampus Apresiasi Program Kampus Merdeka

Berita Nasional393 Dilihat

“Dari 56 prodi, sebanyak 48 di antaranya bergabung dalam program Kampus Merdeka. Sisanya adalah prodi bidang kesehatan yang memang bukan termasuk dalam program ini,” ungkap guru besar di bidang Ilmu Kesehatan Mata.

Ia menambahkan, seluruh pihak, mulai dari pimpinan prodi, dosen, dan mahasiswa antusias mengikuti program ini. “Ini merupakan program yang baik dan memberikan ruang yang sangat luas untuk mereka berkreasi. Kami melihat pengalaman learning by experience yang dialami oleh mahasiswa dan dosen bertambah sejak mengikuti program ini,” lanjut Arief.

Saat ditanya kerja sama perguruan tinggi dengan dunia industri melalui platform Kedaireka, Arief menjelaskan, kerja sama terbaru yang dijalin adalah di bidang perikanan. “Kami mengembangkan budidaya lobster di laut selatan, Jawa Barat. Totalnya sekitar 2,8 s.d. 3 miliar dari dana pendamping dan dana industri. Industri yang terlibat cukup banyak, mulai dari industri lobsternya sendiri, pakan, rumah makan, pariwisata, dan sebagainya,” katanya.

Menurut Arief, melalui program ini, tidak hanya produk dari jurusan perikanan yang terlibat, melainkan juga dari prodi lain, seperti manajemen, hukum, dan lainnya. “Kami sangat antusias dengan program ini karena mahasiswa dan dosen bisa benar-benar terlibat dengan dunia industrinya, terjun di lapangan. Bagi industri sendiri, kebutuhan-kebutuhan yang dicari di dunia kerja juga diperlihatkan di sini, sehingga terjadi link and match nantinya. Bukan itu saja, keterlibatan dengan pemda dan media terjadi melalui program ini,” imbuhnya.

Salah satu bagian dari program Kampus Merdeka adalah RECON, yaitu relawan yang diterjunkan ke lapangan untuk membantu penanganan dan pengendalian Covid-19. Relawannya adalah mahasiswa di bidang kesehatan, seperti mahasiswa ilmu kedokteran atau mahasiswa keperawatan.

Salah satu relawan Covid-19, Basra Amru berbagi pengalamannya mengikuti program ini. “Banyak manfaat yang saya dapatkan melalui program ini. Karena saya terjun ke lapangan langsung, saya bertemu dengan banyak pihak dari lintas bidang, sehingga memperluas relasi dan tentu menambah pengalaman,” ujar Basra.

Kampus Merdeka merupakan bagian dari kebijakan Merdeka Belajar yang diluncurkan Kemendikbudristek untuk memberikan kesempatan bagi mahasiswa/i untuk mengasah kemampuan sesuai bakat dan minat dengan terjun langsung ke dunia kerja sebagai persiapan karier masa depan. Kampus Merdeka diharapkan dapat menjawab tantangan perguruan tinggi untuk menghasilkan lulusan yang sesuai perkembangan zaman, kemajuan IPTEK, tuntutan dunia usaha dan dunia industri, maupun dinamika masyarakat. (SP)

Blibli.com
Blibli.com