Meningkatkan Kemampuan Berhitung Siswa Kelas III Sekolah Dasar

ARTIKEL ILMIAH710 Dilihat

Pelajaran berhitung harus sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik. Apalagi bagi peserta didik yang masih berada di bangku kelas rendah sekolah dasar. Menurut Piaget dalam (Hudoyo: 1990), anak yang berumur 6-12 tahun masih dalam taraf berpikir operasi konkret. Karena matematika merupakan hal yang abstrak sedangkan tingkat berpikir peserta didik sekolah dasar masih berada pada taraf berpikir operasi konkret, maka perlu ada cara atau media untuk menjembatani kedua hal tersebut.

Media sebagai jembatan antara mata pelajaran matematika tersebut kepada peserta didik, harus menjadi perhatian bagi guru. Media yang biasa digunakan yakni penggunaan alat peraga. Oleh karena itu dalam melakukan kegiatan pembelajaran berhitung di SD seharusnya guru menggunakan alat peraga.

Penggunaan alat peraga dapat dilakukan dengan beragam cara. Banyak alat peraga yang dapat membantu agar peserta didik mampu dengan cepat memahami materi ajar berhitung dalam mata pelajaran matematika. Berikut penulis jabarkan dua jenis alat peraga yang dapat digunakan tersebut.

Kartu Pintar

Kartu pintar merupakan media yang berbentuk kartu yang berisikan materi ajar berhitung dengan sejumlah angka-angka yang dibuat oleh guru. Berdasarkan bentuk dan karakteristiknya, media kartu pintar termasuk dalam media visual.

Menurut Nurgiantoro (2012), bentuk-bentuk visual seperti gambar baik juga dipakai sebagai rangsang untuk tugas peserta didik. Selain itu kartu bergambar tidak asing lagi bagi siswa, untuk lebih menarik minat peserta didik, gambar angka yang ada pada kartu pintar dibuat semenarik mungkin dan menggunakan berbagai komposisi warna sehingga memancing ketertarikan peserta didik.

Nurgiantoro (2012), mengatakan, gambar sebagai rangsang tugas berhitung, sangat baik diberikan kepada peserta didik sekolah dasar. Fungsi dari gambar berupa kartu itu adalah sebagai pemancing kognisi dan imajinasi.

Blibli.com
Blibli.com