
Dari sisi teknikal, Mushtech terdiri dari berbagai komponen seperti hardware, firmware, IoT platform dan software. Bagian hardware ini berfungsi untuk mendapatkan data-data sensor atau untuk menjalankan aktuator tertentu, seperti mengaktifkan pompa untuk menyemprotkan air melalui nozzle. Sensor yang digunakan untuk solusi Mustech ini terdiri dari sensor temperatur, sensor kelembapan serta sensor intensitas cahaya.
Data dari sensor kemudian dikirimkan melalui jaringan selular 4G ke platform IoT milik XL Axiata yang dikenal dengan FlexIoT. Selain berfungsi untuk menyimpan data-data sensor dalam sebuah database, FlexIoT juga berfungsi sebagai penyedia protokol IoT hingga menyediakan fitur keamanan jaringan serta manajemen perangkat.
Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, Moh. Isom, mengapresiasi inovasi MAN 2 Majalengka yang dapat dikembangkan lebih lanjut sehingga bermanfaat bagi petani.
“Bangsa ini membutuhkan talenta-talenta muda madrasah yang mampu mewujudkan transformasi digital di tengah-tengah pusaran business Internet of Things dan Industri 4.0 di Indonesia. Ciptakan karya dan inovasi solusi digital ini sebagai wujud kemandirian dalam berprestasi bagi anak-anak madrasah,” ujarnya.
Menurutnya, kolaborasi antara dunia usaha dengan dunia pendidikan khususnya madrasah menjadi segitiga emas pendidikan yang berkesinambungan.
“Apa yang dilakukan Direktorat KSKK Madrasah bersama XL Axiata merupakan upaya memberikan kontribusi bagi masyarakat dengan menginvestasikan Sumber Daya Manusia unggul bidang sains, teknologi dan solusi digital bagi bangsa ini di masa depan melalui Program Akademi Madrasah Digital,” tandasnya. (sumber: kemenag)



















