
“Oleh karena itu, pendataan ini saya minta juga jangan ada semacam asumsi di mata masyarakat bahwa begitu didata otomatis lulus. Ini juga persepsi, persepsi mereka (tenaga honorer) lumayan ini lulus. Makanya habis-habisan mereka berjuang didata,” tegas legislator daerah pemilihan (dapil) Sulawesi Tenggara tersebut.
Di sisi lain, Hugua juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap tenaga honorer kategori 2 (K2). Hal tersebut dikarenakan tenaga honorer lain dapat lulus menjadi ASN tanpa tes, namun tenaga honorer K2 tidak.
Selain itu, pemerintah juga telah berjanji akan menyelesaikan permasalan tenaga honorer ini, namun sampai saat ini permasalahan ini belum juga selesai.
“Saya selalu bilang di berbagai kesempatan, sakitnya K2 itu tidak sama dengan sakitnya honorer lain. Pertama, teman-temannya lulus tanpa tes, tiba-tiba ini tidak lulus. Kedua, negara telah berjanji untuk menyelesaikan (persoalan honorer), enggak selesai sampai saat ini,” ujarnya.
Oleh karena itu, sambungnya lagi, tentu aspek kebijakan ke depan, di sinilah kira-kira diskresi pemerintah itu. Supaya tidak menambah kemiskinan. (parlementaria)



















