
Praktik baik yang dilakukan guru, harus menyambung pada kualitas mutu yang dituju. Ide yang dikembangkan mesti saja ide yang tidak atau belum pernah dilakukan sebelumnya. Intinya, praktik baik adalah sesuatu yang baru, tetapi bukan pula harus revolusioner dan memilih langkah yang rumit serta mengada-ada dan memberatkan sekolah serta siswa.
Lalu apakah semua pengalaman pendidik masuk dalam kategori praktik baik? Pada dasarnya praktik baik yang dilakukan pendidik, memiliki kriteria tersendiri. Artinya, sebuah pengalaman pembelajaran dikatakan sebagai praktik baik apabila memenuhi ketentuan, 1) memberikan inspirasi atau inovasi baru, seperti model pembelajaran (baik baru ataupun modifikasi) untuk mengatasi masalah yang umum terjadi di kelas atau lingkup pendidikan secara global. 2) menciptakan perubahan yang lebih baik terhadap sistem pendidikan atau pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, dan 3) menjawab setiap pertanyaan serta mengatasi permasalahan pendidikan secara berkelanjutan. Dalam artian, inovasi tersebut bersifat permanen.
Prinsip-prinsip tersebut di atas, harus jadi ukuran yang tidak boleh dilanggar bagi seorang pendidik dalam melahirkan praktik baik. Jadi, pada dasarnya praktik baik tidaklah semudah menuliskan laporannya. Praktik baik dilahirkan dari perenungan guru terhadap masalah-masalah yang terjadi dalam kelas maupun sekolah serta lingkungan yang diyakini berpengaruh pada kualitas pembelajaran.
Lahirnya praktik baik, adalah bukti bahwa pendidik memiliki perhatian penuh pada tanggungjawab yang dibebankan kepadanya, serta tumbuh sebagai karya bermakna yang dapat dijadikan sumbangsih bagi perbaikan mutu secara menyeluruh.
Selain itu, bagaimana peran orang tua siswa dalam praktik baik yang dilakukan pendidik di sekolah? Orang tua siswa sebagai bagian penting dari proses terselenggaranya pendidikan, dapat diajak melakukan berbagai hal dalam proses peningkatan mutu pembelajaran. Namun dalam hal ini tidak berkaitan langsung dengan proses pembelajaran di kelas. Guru dapat melakukan praktik baik dengan mengikutsertakan orang tua siswa sebagai objek bahasan praktik baik pada bidang lingkungan sekolah. Karena bagaimanapun, lingkungan pendidikan menjadi hal penting menguatkan profil pelajar Pancasila yang harus didukung oleh orang tua siswa (*)
Rujukan
- 2022. Panduan Penguatan Projek Profil Pancasila.
- 2022. Penguatan Pendidikan Karakter, Menyongsong Generasi Emas Indonesia. Malang: P3SDM Melati Publishing
- Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 22 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kemendikbudristek Tahun 2020-2024
Penulis: Erni Fulwati (Kepala SDN 17 Gobah Kec. Canduang, Kab. Agam – Sumbar)



















