Praktik Baik Kolaborasi Guru dan Peran Orangtua Siswa dalam Program Penguatan Profil Pelajar Pancasila

ARTIKEL ILMIAH132 Dilihat
Shopee Indonesia
Shopee Indonesia

WARTA PENDIDIKAN – Pengembangan dunia pendidikan kian hari kian maju dengan beragam pemikiran dan terobosan dari pemangku kepentingan di tingkat nasional, khususnya Kemeterian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek). Salah satunya adalah melakukan penguatan pendidikan untuk terciptanya profil pelajar Pancasila.

Program penguatan profil pelajar Pancasila atau lebih dikenal dengan akronim P5, merupakan pembelajaran lintas disiplin ilmu dalam mengamati dan memikirkan solusi terhadap permasalahan di lingkungan sekitar untuk menguatkan berbagai kompetensi dalam Profil Pelajar Pancasila.

Shopee Indonesia

Berdasarkan edaran Kemdikbudristek No.56/M/2022, projek penguatan profil pelajar Pancasila merupakan kegiatan kokurikuler berbasis projek yang dirancang untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter sesuai dengan profil pelajar Pancasila yang disusun berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan.

Shopee Indonesia

Pelaksanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila dilakukan secara fleksibel dari segi muatan, kegiatan, dan waktu pelaksanaan. Projek penguatan profil pelajar Pancasila dirancang terpisah dari intrakurikuler. Tujuan, muatan, dan kegiatan pembelajaran projek tidak harus dikaitkan dengan tujuan dan materi pelajaran intrakurikuler. Satuan pendidikan dapat melibatkan masyarakat dan/atau dunia kerja untuk merancang dan menyelenggarakan projek penguatan profil pelajar Pancasila.

Dalam perjalanannya, seorang pendidik dapat tetap melaksanakan pembelajaran berbasis projek di kegiatan mata pelajaran (intrakurikuler). Pembelajaran berbasis projek di intrakurikuler bertujuan mencapai Capaian Pembelajaran (CP), sementara projek penguatan profil pelajar Pancasila bertujuan mencapai kompetensi profil pelajar Pancasila.

Kompetensi P5, harus pula memegang prinsip-prinsip yang terukur dan tidak mengambang dalam pelaksanaannya. Seperti diketahui, prinsip Profil Pelajar Pancasila yang harus dikuatkan oleh guru, antara lain bersifat, holistik, kontekstual, berpusat pada peserta didik, dan eksploratif.

Prinsip holistik bermakna memandang sesuatu secara utuh dan menyeluruh, tidak parsial atau terpisah-pisah. Dalam konteks perancangan Projek Penguatan profil pelajar Pancasila, kerangka berpikir holistik mendorong kita untuk menelaah sebuah tema secara utuh dan melihat keterhubungan dari berbagai hal untuk memahami sebuah isu secara mendalam. Di samping itu, cara pandang holistik juga mendorong guru untuk dapat melihat koneksi yang bermakna antar komponen dalam pelaksanaan projek profil, seperti peserta didik, pendidik, satuan pendidikan, masyarakat, dan realitas kehidupan sehari-hari.

Sementara prinsip kontekstual berkaitan dengan upaya melatarbelakangi kegiatan pembelajaran pada pengalaman nyata yang dihadapi dalam keseharian. Prinsip ini mendorong pendidik dan peserta didik untuk dapat menjadikan lingkungan sekitar dan realitas kehidupan sehari-hari sebagai bahan utama pembelajaran. Sedangkan prinsip berpusat pada peserta didik berkaitan dengan skema pembelajaran yang mendorong peserta didik untuk menjadi subjek pembelajaran yang aktif mengelola proses belajarnya secara mandiri, termasuk memiliki kesempatan memilih dan mengusulkan topik projek profil sesuai minatnya. Pendidik diharapkan dapat mengurangi peran sebagai aktor utama kegiatan belajar mengajar yang menjelaskan banyak materi dan memberikan banyak instruksi. Sebaliknya, pendidik sebaiknya menjadi fasilitator pembelajaran yang memberikan banyak kesempatan bagi peserta didik untuk mengeksplorasi berbagai hal atas dorongannya sendiri sesuai dengan kondisi dan kemampuannya.

Blibli.com
Shopee Indonesia
Blibli.com