Praktik Baik Kolaborasi Guru dan Peran Orangtua Siswa dalam Program Penguatan Profil Pelajar Pancasila

ARTIKEL ILMIAH1467 Dilihat

Sementara pada prinsip eksploratif, program penguatan profil pelajar Pancasila tidak berada dalam struktur intrakurikuler yang terkait dengan berbagai skema formal pengaturan mata peserta didikan. Oleh karenanya program ini memiliki area eksplorasi yang luas dari segi jangkauan materi peserta didikan, alokasi waktu, dan penyesuaian dengan tujuan pembelajaran.

Lalu bagaimana kaitannya dengan kompetensi guru dalam hal melakukan praktik baik guna mencapai P5 sebagai cita-cita pembelajaran di masa kini yang tengah dijalankan dalam Kurikulum Merdeka? Peran guru dan orang tua siswa, menjadi begitu penting guna menciptakan Pelajar Pancasila yang utuh, sempurna serta dapat dijadikan acuan menuju generasi emas Indonesia tahun 2045 mendatang.

Mengenai praktik baik (best practice), guru sebagai ujung tombak pembelajaran telah diberi peluang melakukan perbaikan-perbaikan, baik dalam bentuk penelitian tindakan (PTK) maupun dalam bentuk praktik baik yang dapat dijadikan modal dasar penyusunan langkah pembelajaran yang matang dan berhasilguna.

Untuk itu, guru haru lebih mengenal secara mendalam bagaimana menelurkan ide praktik baik agar tidak salah kaprah dalam penggunaannya di lapangan pendidikan yang diampu. Praktik baik (best practice) sering diidentikan dengan hasil karya revolusioner serta dapat  memberikan inspirasi bagi kelangsungan proses pembelajaran di kelas dengan cara-cara yang tentunya lebih baik.

Bila dipahami lebih lanjut, praktik baik merupakan sesuatu atau tindakan yang  fokus pada satu topik permasalahan tertentu dalam upaya guru memperbaiki kualitas pembelajaran di kelas. Apapun persoalan pembelajaran, dapat dijadikan topik utama praktik baik oleh guru, menelurkan pemecahannya, serta menuliskannya dalam bentuk laporan.

Blibli.com
Blibli.com