Tingkatkan Kompetensi Guru dan Pengawas Madrasah Daerah 3T, Kemenag Siapkan Fasilitator

Berita Nasional991 Dilihat

Guru agama misalnya, kadang juga harus mengampu Matematika, Kimia, atau mata pelajaran lainnya. Sebab, SDM nya memang sangat terbatas. Bahkan, sering ditemukan, guru mengajar di madrasah saat pagi, dan mengajar di masyarakat sore harinya.

“Maka, dengan memiliki dua kompetensi tersebut secara memadai, ia akan dapat memetakan permasalahan secara tuntas, sehingga langkah penyelesaian juga dapat dianalisis secara tepat,” ujar Anis.

“Kemampuan meneliti dan analisis sosial menjadi modal dalam mengatasi pelbagai permasalahan yang ada di hadapannya,” sambungnya.

Dua kompetensi ini, sebut Anis, juga akan menjadikan guru lebih percaya diri ketika mengajar.  Untuk analisis sosial, Dosen UIN Syarif Hidayatullah ini mencontohkan model “Iceberg Analysis” dan “U Proses: Otto Schammer dan Peter Senji”.

Menurutnya, dalam kurikulum merdeka, sebenarnya juga telah disediakan, meski polanya dalam bentuk yang sederhana. “Misalnya, seorang pendidik harus terbiasa menggali informasi dengan mempertanyakan penyebab setiap peristiwa hingga level (minimal) tiga,” tuturnya.

Pelatihan ini dilaksanakan sejak 28 Oktober – 1 Novemper. Fasilitator yang dihadirkan berasal dari lima provinsi yang memiliki keistimewaan, yakni: Sulawesi Tengah, NTT, Kalimantan Utara, Papua Barat, dan Maluku. (kemenag)

Blibli.com
Blibli.com