
“Agar memiliki daya ungkit atau daya dorong yang kuat, madrasah harus mengubah mindset. Sehingga yang tadinya berjalan biasa-biasa saja, maka dengan percepatan loncatan prestasi yang diraih siswa, menjadi madrasah yang luar biasa,” ucapnya di Banyumas, Jumat (2/12).
Di dunia yang semakin tidak terbatas, menurutnya, para siswa perlu dilatih untuk memperluas jangkauan, tidak hanya dalam skala regional dan nasional, tapi juga internasional. Hal itu telah dibuktikan empat siswa MAN 2 Banyumas di ajang internasional WRP 2022.
Siswanto, panggilan akrabnya, berharap semua civitas akademika bergerak bersatu untuk mencapai itu. “Momentum kali ini jadikan sebagai momentum bangkitnya madrasah,” tegasnya.
Hal senada disampaikan Wakil kepala bidang Akademik MAN 2 Banyumas Sujono. Dia merasa senang dengan prestasi siswanya, terlebih di ajang internasional.
“Alhamdulillah, saya mewakili seluruh warga madrasah sangat bersyukur atas capaian prestasi siswa pada ajang internasional WRP 2022 di Kuala Lumpur Malaysia. Tentu saja, hal ini menjadi catatan sejarah yang sangat membanggakan bagi MAN 2 Banyumas,” tuturnya.
“Semoga perjuangan guru pembimbing serta para siswa akan menjadi berkah bagi kita semua, menjadi madrasah yang mandiri berprestasi dan semakin dicintai oleh masyarakat,” tutupnya. (kemenag)

















