
Pada fenomena solstis Juni, jika menggunakan waktu matahari sejati, maka matahari akan terbit lebih cepat di bumi belahan utara. Sebaliknya, matahari akan terbit lebih lambat di belahan bumi bagian selatan.
Sementara itu fenomena solstis Desember adalah fenomena ketika matahari terletak paling selatan pada saat tengah hari. Pada saat solstis Desember terjadi berarti panjang siang hari lebih lama dibanding panjang malam hari di belahan bumi bagian selatan, begitu pula sebaliknya.
Pada fenomena solstis Desember, jika menggunakan waktu matahari sejati, maka matahari akan terbit lebih cepat di bumi belahan selatan. Sebaliknya, matahari akan terbit lebih lambat di belahan bumi bagian utara.
Untuk fenomena solstis yang jatuh pada tanggal 22 Desember 2022, terjadi sekitar pada pukul 04.43 WIB, ketika matahari berada di rasi capricornus.
Fenomena solstis Desember 2022 merupakan fenomena ‘winter solstice’. Artinya titik balik musim dingin di belahan bumi bagian utara dan titik balik musim panas di belahan bumi bagian selatan. Selain itu, di belahan selatan akan terjadi siang terpanjang dan di bagian utara akan terjadi malam terpanjang.
Nah, sekarang kalian sudah tahu, bukan? Ayo, perkaya informasi tentang sains agar tidak terjebak pada berita bohong yang menyesatkan. (*/ist)

















