Nadiem Jawab Kritikan Ganti Menteri Ganti Kurikulum

Berita Nasional960 Dilihat

Dia mengakui Kurikulum Merdeka banyak mendapat dispersepsi. Banyak yang menilai Kurikulum Merdeka membebankan sebab ada project based.

“Tetapi, bagi anak-anak terutama yang saya (ajak bicara) bicarakan.  Walaupun kelihatannya guru sama orang tua lebih banyak stresnya karena sekarang banyak kerja kelompok dan memerlukan koordinasi. Bagi anak-anak ini jauh lebih masuk akal buat mereka, jauh lebih seru karena harus berkoorodnasi, kerja kelompok, menghasilkan kerja-kerja nyata bukan diceramahi oleh guru lalu dites,” ujar Nadiem.

Nadiem menyebut tidak ada di dunia ini skill terpenting dengan menghafal lalu dites. Dia mengatakan karier di masa depan dan sekarang semuanya adalah kerja kelompok menggunakan logika dalam pemecahan permasalahan, kemampuan berkomunikasi, dan integritas.

“Hal-hal yang enggak bisa dites dengan persoalan multiple choice dari tes-tes kita,” tutur dia.

Hal itu pula, kata Nadiem, yang membuat  Asesmen Nasional dibuat lebih mendasar. Dia mengakui perubahan signifikan semuanya sulit. Namun, semakin sulit mengindikasikan perubahan sangat signifikan. Apabila semuanya datar artinya tak signifikan.

Dia menyebut membutuhkan keberanian luar biasa dari kepala sekolah untuk mencoba pola baru. Guru-guru juga mesti memiliki mindset atau pola pikir baru yang berani keluar dari zona nyaman.

Nadiem mengatakan sudah berpuluh-puluh tahun guru di Indonesia diatur jadwalnya, hal-hal yang harus diajarkan, bentuk tes, hingga hasil tes. Sehingga, guru-guru mengajar untuk ujian nasional.

Hal ini membuat sekolah menjadi tempat untuk mencapai ujian nasional yang diperburuk dengan hal-hal zonasi. Sehingga, ujian nasional menjadi tekanan bagi orang tua untuk memasukkan anak mereka ke sekolah-sekolah terbaik di SMP, SMA, dan lainnya.

“Konsekuensinya adalah anak-anak kita tidak bisa menjadi kreatif dan inovatif karena guru gurunya dan kepala sekolahnya tidak diperbolehkan menjadi inovatif. Itu sebenarnya tragedi yang terjadi dalam sistem pendidikan kita yang harus berubah,” tegas Nadiem. (medcom)

Blibli.com
Blibli.com