
Humbahas – Orang tua siswa dan wali murid merasa kecewa terkait pencairan nana PIP di unit BRI Lintongnihuta, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatra Utara, Kamis (25/5).
Menurut orang tua/wali siswa berinisial IS pada awak media mengatakan, pihak Bank BRI seakan mempersulit dan membuat capek para orang tua. Hal itu terjadi karena pihak BRI menyuruh orang tua/wali mengurus Surat kehilangan ATM ke Polres/Polsek padahal pihak bank atau pun pihak sekolah tidak pernah memberikan ATM pada siswa penerima PIP.
Pada saat itu orang tua/wali siswa yang didampingi penerima PIP mengajukan “buku tabungan simpel” supaya dicairkan secara manual. Namun pihak bank tidak merespon dan memaksakan harus pakai ATM.
Kemudian orangtua/wali siswa mengurus semua yang diminta pihak bank dengan bolak-balik ke bank dan memberikan semua syarat yang diperlukan.
Setelah dilengkapi, kemudian pihak bank membuat ATM yang baru dan membebankan biaya pembuatan ATM.
“Dan itu sudah menjadi peraturan bank,” ujar pihak bank BRI Unit Lintongnihuta.(*/theo)



















