
Dalam hal ini, konsep otonomi yang diberikan kepada siswa tidak selalu dipahami dengan benar, sehingga siswa menganggap bahwa mereka tidak lagi perlu mengikuti aturan atau nasihat guru. Hal ini menimbulkan dilema bagi para pendidik yang berusaha menyeimbangkan kebebasan siswa dengan penanaman nilai-nilai moral, yang esensial dalam pembentukan karakter siswa.
Selain itu, masalah kemalasan dan kurangnya tanggung jawab dalam belajar juga semakin terlihat. Beberapa siswa menjadi kurang disiplin dalam menyelesaikan tugas dan cenderung menunda-nunda pekerjaan mereka. Mereka merasa bahwa hasil akademis akan tetap tuntas meskipun mereka tidak memberikan usaha maksimal, karena sistem penilaian dalam Kurikulum Merdeka lebih berfokus pada proses daripada hasil akhir.
Fleksibilitas dalam kurikulum ini, meskipun dirancang untuk mendorong siswa menjadi pembelajar yang mandiri, sering kali tidak diimbangi dengan pengawasan moral yang memadai. Ketika siswa tidak memiliki pemahaman yang kuat tentang tanggung jawab dan disiplin, mereka cenderung memanfaatkan kebebasan yang diberikan untuk menurunkan tingkat usaha mereka dalam proses belajar.
Lebih jauh lagi, penurunan partisipasi siswa dalam kegiatan kerohanian menjadi masalah yang signifikan. Banyak siswa mengabaikan pentingnya pendidikan spiritual, dengan keyakinan bahwa keterlibatan mereka dalam kegiatan tersebut tidak memengaruhi nilai akademis mereka secara langsung.
Kurikulum Merdeka, yang lebih menekankan pada kebebasan dan fleksibilitas belajar, terkadang kurang memberi penekanan pada aspek spiritual dalam pembentukan karakter. Akibatnya, siswa tidak memahami pentingnya kegiatan spiritual sebagai bagian dari pendidikan holistik yang tidak hanya mengembangkan kecerdasan intelektual, tetapi juga membentuk karakter moral yang kuat. Di samping itu, pergaulan yang tidak terkendali serta pelanggaran peraturan sekolah menjadi lebih sering terjadi karena kurikulum ini, dalam beberapa kasus, kurang menanamkan batasan perilaku sosial dan moral yang tegas.
Kurikulum Merdeka: Membangun Kemandirian dan Moralitas Siswa Melalui Kebebasan Belajar
Penerapan Kurikulum Merdeka membawa dampak positif terhadap perkembangan moralitas siswa jika diimplementasikan dengan bimbingan yang tepat. Salah satu keunggulan kurikulum ini adalah kemampuannya untuk mengembangkan kemandirian dan kreativitas siswa.



















