Keteladanan Guru, Kunci Penanaman dan Penguatan Nilai Moral

Berita Nasional2594 Dilihat

YOGYAKARTA – Guru adalah teladan bagi siswa-siswi dalam memahami pentingnya nilai-nilai moral.

Pentingnya keteladanan guru ini disampaikan oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, dalam kegiatan Seminar dari Kelas ke Kehidupan: Menanamkan Nilai-Nilai Nirkekerasan dan Kesetaraan Gender di Lingkungan Pendidikan.

Ia mengatakan, sebagai garda terdepan dalam mewujudkan nilai-nilai kemanusiaan, guru adalah agen perubahan yang memiliki kekuatan untuk membentuk pola pikir dan sikap siswa-siswi termasuk dalam isu kesetaraan gender.

“Dampak negatif perkembangan teknologi seperti adiksi gawai membuat tugas sekolah dan orang tua semakin berat. Peran guru menjadi sangat penting karena anak melihat siapa yang menjadi teladannya. Guru perlu mendampingi anak, karena mereka membutuhkan pembiasaan, harus diingatkan, dan diberi tahu. Selain itu, harus ada hubungan komunikasi yang baik antara sekolah, guru, dan orang tua untuk mendukung pembelajaran dan pembentukan karakter anak,” ujarnya di Kabupaten Sleman, Yogyakarta pada Sabtu (30/11) lalu.

Selain keteladanan, penanaman karakter yang unggul pada diri siswa, praktiknya dapat dilakukan guru dengan melibatkan anak dalam aktivitas positif dan mengurangi penggunaan gawai.

Fajar mengungkap, kecenderungan sikap anak-anak saat ini yang ingin serba instan dan kurang menghargai proses perjuangan yang harus ditempuh untuk mencapai sesuatu. Ketika anak tidak memandang proses pembelajaran maka ini bahaya.

“Anak akan melihat, dia dapat apa sebelum akhirnya dia ingin melakukan sesuatu. Padahal yang lebih penting dari itu adalah anak memaknai proses perjuangan yang harus ia tempuh untuk mencapai tujuan,” urai Fajar.

Lebih lanjut, ia mengatakan, membangun karakter adalah proses yang panjang sejak anak dalam kandungan. Oleh karena itu, peran guru sangat penting karena anak melihat siapa teladannya, siapa contohnya. Termasuk dalam penanaman nilai-nilai nirkekerasan dan kesetaraan gender di lingkungan pendidikan.

Fajar berharap, seminar ini menjadi wadah yang produktif bagi seluruh warga pendidikan untuk saling berbagi pengalaman, strategi, dan solusi dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik, lebih inklusif, dan lebih berkeadilan.

“Mari bergotong royong untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu untuk semua. Mari kita jadikan pendidikan karakter sebagai fondasi utama dalam membangun bangsa yang makmur, tangguh, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” pungkasnya.(SP)

Blibli.com
Blibli.com