
Imam menyebut, pada tahun 2023 Badan Bahasa membuka peluang kepada para komunitas sastra di seluruh Indonesia. Setelah melewati proses pendaftaran dan penjurian, pada akhirnya terpilih 45 komunitas yang mendapatkan fasilitasi dan juga terdapat 34 sastrawan yang turut menerima apresiasi.
“Untuk tahun 2024, telah terjadi kenaikan dari jumlah penerima apresiasi. Kami laporkan bahwa pendaftaran apresiasi komunitas sastra mencapai 745 dan yang terpilih mendapatkan fasilitasi adalah sebanyak 97 komunitas. Pada komunitas literasi, total pendaftar mencapai 1.300 dan sebanyak 340 telah terpilih untuk mendapatkan apresiasi, serta pada apresiasi usia 40 dan 50 tahun berkarya telah terpilih sebanyak 121 sastrawan,” papar Imam.
Terkait pelaksanaan kegiatan, Imam menambahkan bahwa acara ini dihadiri kurang lebih 1.300 undangan yang terdiri dari komunitas sastra, komunitas literasi, tokoh bahasa, tokoh literasi, akademisi yang terlibat dari proses kurasi, peserta diskusi kelompok terpumpun, duta bahasa, dan juga para peserta didik beserta guru pendamping.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang turut menyukseskan acara ini. Kami berharap pementasan karya ini menjadi bukan hanya menjadi sebuah hiburan, melainkan juga memperlihatkan bahwa peran komunitas sastra, komunitas literasi, dan sastrawan sangat penting untuk memberikan dampak positif kepada masyarakat Indonesia, khususnya dalam perkembangan sastra dan literasi,” pungkas Imam.
Pelaksanaan acara ini juga turut dihadiri oleh Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Himmatul Aliyah, Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Komunikasi dan Media, dan Kepala Balai/Kantor Bahasa seluruh Indonesia.(SP)



















