
PAYAKUMBUH — Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti rumah dinas Wali Kota Payakumbuh pada Rabu (11/2) malam. Di bawah pendar lampu ruang utama, puluhan warga perantau asal Magek, Kabupaten Agam, duduk bersimpuh. Kehadiran mereka bukan sekadar melepas rindu pada tanah kelahiran, melainkan sebuah ikhtiar untuk mempertebal iman sekaligus mematangkan agenda “Pulang Basamo Magek Saondoh” yang direncanakan pada Maret mendatang.
Acara ini menghadirkan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Payakumbuh, Ustaz Dr Irwandi Nashir, sebagai pembicara utama. Kehadirannya mengusung misi besar: mengoptimalkan program dakwah komunitas yang menjadi garis perjuangan Muhammadiyah dalam menyentuh berbagai lapisan masyarakat. Terlebih, agenda ini difasilitasi langsung oleh Wali Kota Payakumbuh, Dr dr Zulmaeta Datuak Rangkayo Basa, yang merupakan putra asli Magek.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Irwandi Nashir mengupas tuntas hakikat silaturahim dari perspektif Alquran. Ia menjelaskan bahwa terminologi al-Arham (rahim dalam bentuk jamak) mengisyaratkan bahwa persaudaraan sejatinya berlapis-lapis. Ikatan itu tidak melulu soal hubungan darah, namun juga rajutan sejarah asal-usul dan simpul iman yang harus dijaga kesuciannya.
“Hubungan persaudaraan kita ini suci. Menjaganya adalah bagian dari perintah agama,” ujar Irwandi dengan nada yang tenang namun sarat makna.Merujuk pada surah Ali Imran ayat 103, Irwandi juga mengingatkan jamaah bahwa ketaatan kepada Allah Ta’ala tidak dapat ditegakkan secara individual semata. Menurutnya, kekuatan umat hanya akan mewujud jika setiap orang beriman saling menguatkan dalam barisan yang rapi. Ketaatan kolektif, tegasnya, adalah kunci utama agar masyarakat tidak tercerai-berai oleh kepentingan duniawi.
Langkah PDM Payakumbuh merangkul organisasi perantau ini mempertegas wajah dakwah Muhammadiyah yang kian luwes dan inklusif. Muhammadiyah kini tak lagi sekadar hadir di mimbar-mimbar formal masjid, namun merasuk ke ruang-ruang komunitas terkecil. Strategi ini diambil agar nilai-nilai agama tetap menjadi sumbu utama dalam denyut kehidupan sehari-hari warga, di mana pun mereka berada.
Wali Kota Zulmaeta menyambut hangat sinergi dakwah ini. Baginya, pertemuan tersebut menjadi momentum krusial untuk menyelaraskan visi pembangunan kota dengan penguatan karakter warga melalui pendekatan spiritual. Ia berharap, dakwah komunitas ini mampu menjadi kompas moral bagi para perantau.
Dengan penguatan silaturahim dan ketaatan kolektif, perantau Magek diharapkan tetap memiliki pegangan yang kokoh di tengah derasnya arus perubahan zaman. Turut hadir dalam pertemuan tersebut Wali Nagari Magek, Hizralias SH; Ketua Panitia Perantau Magek Pulang Basamo, Hj Elda Gusni; serta sejumlah tokoh sesepuh dan urang sumando Magek yang menetap di Kota Payakumbuh. (IN)



















