SMAN 2 Padang Panjang Siap Gelar Launching Silek Tradisi Masuk Sekolah

Seni Budaya4036 Dilihat

PADANG PANJANG – Program pembelajaran Silek (silat) Tradisi yang kini sedang ditaja oleh pemerintah Provinsi Sumatra Barat melalui Dinas Pendidikan untuk SMA/SMK/SLB di wilayah itu, menjadi perbincangan hangat oleh para pemangku kepentingan di bidang tradisi dan budaya.

Lahirnya ide demi menjaga kelestarian aset budaya daerah oleh Pemprov Sumbar, yang awalnya berasal dari kegundahan Wakil Gubernur Vasko Ruseimy terhadap pentingnya upaya pelestarian silek tradisi, akan segera diejawantahkan dalam program nyata di sekolah se-Sumbar.

“Launchingnya akan digelar pada hari Sabtu (24/1/2026) nanti. Dan kita sudah siapkan tim yang akan menangani program ini, dibackup oleh Ikatan Pencak silat Indonesia (IPSI) Padang Panjang beserta sejumlah tokoh yang ada,” demikian sebut Dra. Yurnilis, kepala SMA Negeri 2 Padang Panjang sesaat setelah berbincang dengan sejumlah praktisi silat di ruangan kerjanya, Kamis (22/1/2026).

Hari ini, jelas Yurnilis, sebagai bukti keseriusan pihak sekolah, ia pun mengundang sejumlah praktisi silat di kota berjuluk Serambi Mekah itu untuk mendiskusikan persiapan launching sekaligus membicarakan program latihan yang akan digelar setiap Jumat siang.

“Jadi, hari ini kita telah mendapatkan kesepakatan terkait dengan siapa yang akan terjun langsung menangani program ini. Kita akan segera bentuk tim pelaksananya, dan tentunya akan direkomendasi oleh pihak IPSI sebagai leading sector pencak silat,” jelasnya.

Ia menjelaskan, person-person yang diundang hari ini untuk turun dalam pembinaan dan latihan silek tradisi tersebut, telah menyatakan kesediaan.

“Alhamdulillah, yang kami undang hari ini, menyatakan kesediaan untuk turun langsung mendampingi murid-murid kami di SMA Negeri 2 Padang Panjang,” ujarnya.

Sementara itu secara terpisah, Nova Indra, penulis buku Membangun Kecerdasan Spiritual; Implementasi Filosofis Beladiri Minangkau menyampaikan apresiasinya sekaitan program Pemrpov Sumbar di bidang pelestarian Silek Tradisi tersebut.

“Ini langkah maju yang harus kita dukung bersama. Silek Tradisi tidak boleh hilang ditelan masa hanya karena para tuo silek kian menipis jumlahnya. Dan secara pribadi, tentunya ini menjadi tantangan juga baggi kami para pemerhati dan pelaku silek di Minangkabau,” sebut mantan Sekretaris IPSI Padang Panjang itu.

Ia pun berharap, program ini bukan hanya sebulan dua bulan saja dijalankan. “Silek adalah budaya kita. Sejak dulu, silek dijadikan alat pendidikan generasi oleh para orang tua kita. Ini harus terus dijalankan, dan tentunya Pemprov Sumbar akan menangani ini dengan baik,” ujar pria yang sehari-hari bergerak di bidang pengembangan sumber daya manusia itu.(*)

Blibli.com
Blibli.com